29 Juli 2008

BBM - Bintang, Bulan dan Matahari

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, hari ini Ana berkesempatan lagi untuk menuangkan kembali apa yang pernah Ana tulis dulu saat internet belum seperti sekarang.
Kala itu Ana berada di suatu daerah dalam rangka menjalani kerja praktek sebagai seorang mahasiswa di sebuah Perusahaan Listik Milik Negara. Tulisan tanpa judul ini ketika itu Ana tulis dalam beberapa lembar kertas double folio dan sekarang Insya Allah masih tersimpan rapi di antara buku teks kuliah. Walaupun hanya ditampilkan sebagian secara ringkas sesuai dengan ingatan Ana, semoga masih bisa terwakili sekaligus Ana memberikan judul dengan Akronim BBM seperti telah Ana tampilkan pada awal tulisan ini.

.... Suatu malam Ana beristirahat dengan duduk di teras rumah saudara tempat menginap selama masa kerja praktek, kebetulan saat itu di wilayah Ana mendapat giliran pemadaman listrik, jadi suasana di teras tak ubahnya seperti di tengah hutan tanpa penerangan. Sedikit beruntung Ana sudah mengetahui jadwal pemadaman sehingga bisa sedikit bersiap karena memang waktu itu Ana sedang ikut serta dalam usaha mengatasi pemadaman dengan pemasangan 12 unit Generator Diesel sebagai tambahan dari unit Generator Diesel PLTD yang sudah ada.

Malam itu, sambil menambah dan mengingat hafalan QS. Ali-Imran 190 dan seterusnya.. Ana melayangkan pandangan ke langit yang nun jauh di atas sana. Seketika Ana terharu, ada kesesuaian apa yang Ana baca dengan apa yang Ana saksikan malam itu.
Di tengah malam gelap seperti itu, perlahan dari langit yang tadinya kelam keluar bintang-bintang dengan cahaya agak redup, selang beberapa waktu langit berubah cerah dengan senyumnya bintang-bintang.... Subhanallah, Ana mengulang potongan ayat yang saat itu Ana lafazkan : "Rabbana Ma khalaqta hazaa baathila.. Subhanaka faqina 'aza bannaar..." (QS. Ali Imran : 191)

Bintang

Begitu indahnya kemilauan bintang di atas sana, membuat Ana merasa sangat jauh dari sempurna. Saat ini Ana berfikir dengan ilmu Listrik yang Ana miliki dan melihat dari teknologi penyaluran listrik di Negeri sendiri, sangat jauh dan terkalahkan oleh Teknologi Allah Tabaraka Wa Ta'ala. Betapa tidak, Teknologi penyaluran listrik oleh Manusia masih menggunakan media kabel sebagai penghantar untuk menyalurkan listrik dari tempat yang satu ke tempat yang lain, tapi bandingkan dengan teknologi Allah SWT, bintang-bintang bercahaya di langit masing-masing punya sumber cahaya sendiri, alangkah sembrawutnya langit bila bintang-bintang itu antara satu dengan yang lainnya disambungkan dengan kabel. Silakan simak sekelumit teknologi bintang di sini
Subhanallah wa bihamdihi.....

Bulan
Berselang dua jam kemudian perlahan cahaya bintang yang indah kembali redup, sang bintang mengalah dari cahaya sang Bulan yang datang dengan keindahannya, Subhanallah..... kebetulan malam itu hampir purnama, keindahan cahaya bulan ikut menambahkan rasa nyaman ditengah permasalahan pemadaman bergilir...
Ada sedikit kesal bercampur perasaan terharu, rasa kesal timbul karena memperhatikan sikap Bulan yang dengan gagahnya memamerkan cahaya yang dia tidak menyadari bahwa cahaya yang ia peroleh adalah pantulan cahaya matahari (bukan cahaya miliknya sendiri), tapi ia dengan serta merta bisa mengalahkan bintang yang banyak hanya seorang diri, padahal bintang bercahaya dari miliknya sendiri. Semoga sikap bulan yang demikian memberikan makna tersendiri bagi Ana untuk tidak memiliki sifat yang seperti itu. Menjadi diri sendiri dengan mensyukuri, merasa cukup atas segala kelebihan dan kekurangan yang ada merupakan sesuatu yang dianjurkan. Ibrah lain yang Ana petik dari sikap bulan ini adalah mengalahnya sang bintang dengan memberikan kesempatan kepada bulan untuk menunjukkan diri. Bilamana ribuan bintang bersatu untuk mengalahkan bulan mungkin saja kekalahan akan diderita sang bulan yang hanya sendiri. Maka bila kita menjadi orang besar janganlah suka merendahkan, meremehkan, menghinakan orang yang secara fisik ataupun ekonomi lebih lemah dan lebih kecil dari diri kita. Sebaliknya sebagai makhluk Allah kita hanya akan tunduk dan takut kepada aturan Allah Tabara wa Ta'ala. Walaupun kita menjadi orang kecil, bila persatuan digalang dengan mengharap lindungan dan ridho Allah SWT niscaya akan mempunyai sebuah kekuatan.

Silakan simak teknologi bulan di sini

Matahari....

Bersambung....
Poskan Komentar