08 Agustus 2008

Menabrak atau Ditabrak...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

"Innalillahi wa innailahirajiuun.... "
Belum genap satu minggu sudah dua kali Ana mengucapkan kalimat istirja tersebut, karena mendengar kabar duka cita dari teman, kerabat dan keluarga.
Minggu 03 Agustus 2008 pukul 21.30 WIB, Ana mendapat sms dari seorang ukhti di Bukittinggi, ukhti ini adalah teman sekaligus adik kelas sewaktu Ana masih di kampus dan sama-sama aktif sebagai asisten di laboratorium fisika. SMS itu cukup singkat namun cukup mudah dimengerti "Aslm, Abg adek opie udah g' ada lg mhn doanya. Wslm"
Ana baru membaca sms tersebut sebelum berangkat ke kantor pagi harinya, Ana tidak langsung menjawab sms tersebut, Ana bergegas ke kantor dan langsung menelpon sampai di kantor. Dari percakapan singkat Ana mendapatkan informasi bahwa Adiknya semalam meninggal karena kecelakaan saat mengendara sepeda motor. Ana turut berduka cita dan prihatin...., Semoga ukhti dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran oleh Allah SWT dalam menerima ujian ini.
Kemaren sore 07 Agustus 2008 pukul 16.15 WIB disela-sela kesibukan di kantor, Ana ditelpon oleh Keluarga dari kampung yang mengabarkan bahwa telah terjadi kecelakaan yang menimpa salah seorang anggota keluarga Ana. Paman Ana telah ditabrak oleh seorang pengendara motor dan sekarang sedang berada di ruangan ICU dalam keadaan koma.
Ana ditelpon karena istri beliau (Bibi Ana) sedang berada tidak jauh dari tempat Ana bekerja dalam rangka mengikuti acara Majlis Ta'lim di salah satu pondok pesantren Ibu Hj. Tuti Alawiyah.
Ana mencoba untuk berkoordinasi dengan beberapa kerabat dekat dan berusaha memberangkatkan Bibi untuk pulang secepatnya. Ana sempat berbicara dan menyarankan kepada Bibi via telpon untuk bersikap tenang dan tidak panik menghadapi keadaan ini.
Pukul 01.30 Dini hari 08 Agustus 2008, Ana menerima sms dari Bapak di kampung yang mengabarkan bahwa Paman Ana telah lebih dahulu meninggalkan dunia.

"Innalillahi wa innailaihi rajiunn.., Semoga arwah beliau mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala, dan diterima semua amal ibadah dan kebaikan beliau. Dan diberikan kesabaran bagi Keluarga yang ditinggalkan".

Ana teringat beberapa bulan sebelumnya, Ana dan teman-teman menuju ke sebuah Pabrik Motor Terkenal di kawasan Pulo Gadung dari arah Bekasi Barat. Jalan dua jalur yang kami lewati ini mempunyai pembatas yang cukup lebar, tiba-tiba dari depan jalur yang berlawanan (sebelah kanan) seorang pengendara sepeda motor terjatuh dan berguling-guling ke jalur yang kami lewati (sebelah kiri). Astagfirullah.... Orang tersebut berhenti berguling dan tergeletak pas di depan mobil yang kami tumpangi. Spontan saja kejadiannya, beruntung teman Ana masih bisa mengendalikan mobil. Begitu mobil berhenti, Ana langsung turun melihat keadaan si korban dan mencoba untuk membantu bersama dengan orang-orang disekitar yang ada di lokasi.
Kamipun berlalu pergi setelah korban diamankan oleh masyarakat yang ada disana. Waktu itu kami belum mengetahui apa sebenarnya penyebab si pengendara itu terjatuh tiba-tiba, mungkinkah karena si pengendara sedang mabuk berat setelah meneguk minuman keras ? Atau kah dengan penyakit jantung yang dideritanya ? Yang pasti sampai sekarang Ana belum mendapat informasi lagi tentang kejadian itu. Ana berharap si pengendara tersebut selamat.
Subhanallah... dari beberapa kejadian di atas, Ana sebelum ini mengirimkan sebuah email ke salah satu milis Club Motor "Honda Revo Club". Waktu itu Ana mengirimkan pesan ke sesama anggota club untuk senantiasa waspada dan hati-hati mengendara sepeda motor di jalanan umum. Karena kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan oleh sebab yang tidak kita duga, bisa karena "Menabrak", bisa karena "di Tabrak" atau juga bisa jatuh sendiri tanpa sebab yang jelas.....
Kecelakaan dijalan raya tidak sedikit yang berujung Maut...
Semoga Ana dan para pembaca dapat memetik hikmah dari posting yang ini....
Berbicara tentang Maut, Insya Allah berikutnya Ana akan memposting artikel Mengingat Mati....

Syukron, Fastabiqul Khairaat....

0 comments: