29 Juni 2014

Catatan 1 : Ramadhan 1435 H

Assalamu'alaikum Sahabat,
Tanggal 27 Juni 2014, ba'da Magrib saya menyaksikan di salah satu TV swasta, pengumuman hasil sidang istbat penentuan awal Ramadhan 1435 H oleh Menteri Agama RI, Yth. Bapak Lukman Hakim Syaifuddin. Alhamdulillah, walau tidak seperti biasanya, kali ini saya manut dengan ketetapan pemerintah yang mengumumkan bahwa Tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Ahad, 29 Juni 2014.
Tahun ini saya merasakan agak kurang mendapat informasi tentang penentuan ini. Media-media yang ada, kontennya didominasi dengan berita Pilpres 2014 dan Piala Dunia 2014 Brasil. Iklan-iklan tidak lagi masif seperti sebelumnya. Majelis-majelis pengajian yang biasa saya hadiri, beberapa minggu belakang saya  lebih banyak absen karena beberapa hal.
Dengan ikut ketetapan pemerintah, artinya saya sudah bisa shalat tarawih pada 28 Juni 2014 malam. Dalam perhitungan waktu qomariah (berdasarkan peredaran bulan) sebenarnya ba'da magrib sudah dihitung tanggal 1 Ramadhan 1435 H.

Sahabat,
Saya sudah berniat, Insya Allah akan mendokumentasikan setiap kegiatan dan momen penting pada Ramadhan kali ini. Malam ini sudah langsung saya mulai, semoga menjadi catatan dan pelajaran berharga khusus bagi saya pribadi dan sahabat pembaca yang sempat berkunjung ke blog ini.
----------
Rangkuman Shalat Tarawih Pertama
Tempat :
Masjid Al Kautsar, Perum Gramapuri, Cibitung
Ba'da Shalat Isya, diawali sambutan dari ketua DKM yang mengajak jamaah untuk memakmurkan masjid yang sudah 95% selesai direnovasi.
Dilanjutkan dengan kultum oleh Imam tarawih malam ini.

Berikut pointernya :
QS. Al Baqarah : 183

Bulan ramadhan yang agung, khusus diperuntukkan bagi umat Nabi SAW.
Bulan Ramadhan tersebut langsung dalam Al Quran. Sesuatu yang disebut langsung dalam Al Quran berarti ada keistimewaannya.
Bulan Ramadhan adalah bulan panen pahala, bulan akselerasi bagi umat Nabi SAW dengan adanyamalam lailatul qadar dan berlipat gandanya pahala setiap ibadah yang dilakukan.

Sebelum Shalat tarawih, Imam memberitahu jamaah bahwa agar shalat diterima, rukun shalat harus lengkap, tuma'ninah adalah termasuk rukun shalat maka jangan sampai ditinggalkan. Artinya jangan shalat ngebut, boleh cepat tapi tidak ngebut.
Sudah menjadi kebiasaan ditempat ini, shalat tarawih dilakukan cepat, dengan surat-surat pendek juz 30. Tampaknya agak sulit merubah kebiasaan ini.

Jumlah rakaat 23, tarawih 20, Witir 3. Matsna-matsna.
Ayat yang dibaca Imam setelah Al Fatihah :
Tarawih ;
Qs. As shaaf, Al Munafiqun, Al Jumuah
Witir  ;
Al Insyirah, Al Fiil, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas.

Catatan kritis :
Sound System bermasalah, suara microphone kurang jelas. Bahkan saat shalat Isya Imam seperti tidak menggunakan microphone. Sedangkan jamaah penuh sampai ke halaman masjid.
Anak-anak terlalu berisik.
Jamaah muslimat diluar Masjid tdk ada yang bisa tertampung di dalam, bagian halaman masjid tidak ada atap atau antisipasi hujan.
Parkiran tidak ada yang mengatur.
Krn masih tahap finishing, masjid agak kurang bersih, kurang nyaman.
Banyak jamaah kipas-kipas krn kepanasan. Ventilasi kurang baik.
Pencahayaan kurang memadai.

Selesai tarawih saya memulai tadarus setengah Juz sambil takrir. Setengah Juz lagi saya tuntaskan sebelum makan sahur.

Wassalam

#tulisan ini dikirim via email memanfaatkan salah satu fasilitas/feature blogspot, mail to blog.


Sent from my Windows Phone

0 comments: