Mari membedakan isim Ma’rifah dan Nakirah dengan penjelasan sederhana, lima jenis Ma’rifah, tanda praktis Nakirah, dan contoh kalimat.
Jika kita berkata, “Pak Ahmad, guru kita”, orang langsung tahu siapa yang dimaksud. Tidak ada yang bertanya, “Ahmad yang mana?”
Itulah Ma’rifah.
Isim Ma’rifah adalah isim yang menunjukkan sesuatu yang tertentu atau sudah jelas.
Contoh:
فَاطِمَةُ طَالِبَةٌ — Fatimah adalah seorang siswi.
Fāṭimah adalah nama orang tertentu.الْكِتَابُ عَلَى الْمَكْتَبِ — Buku itu di atas meja.
Ada alif-lam, menunjuk buku tertentu.كِتَابُ الطَّالِبِ جَدِيدٌ — Buku siswa itu baru.
Kitābu menjadi Ma’rifah karena mudhaf kepada isim Ma’rifah.
Sekarang bandingkan dengan Nakirah.
Isim Nakirah menunjukkan sesuatu yang tidak tertentu.
Jika Ma’rifah seperti “Pak Ahmad, guru kita”, Nakirah seperti “seorang guru”. Guru yang mana? Belum jelas.
Contoh:
فِي الْفَصْلِ طَالِبَةٌ — Di kelas ada seorang siswi.
اشْتَرَيْتُ قَلَمًا — Saya membeli sebuah pena.
هَذَا بَيْتٌ — Ini sebuah rumah.
Tanda praktis Nakirah:
Biasanya bertanwin.
Tidak berawalan alif-lam.
Bisa dimasuki “ال”. Contoh: رَجُلٌ menjadi الرَّجُلُ.
Lima jenis Ma’rifah dalam modul:
Dhamir.
‘Alam atau nama.
Isim isyarah dan isim maushul.
Isim berawalan alif-lam.
Mudhaf kepada salah satu yang Ma’rifah.
Dalam pembahasan lanjutan, Ma’rifah bisa dirinci menjadi tujuh, dengan tambahan isim isyarah dan maushul dipisah serta munada yang dituju.
0 comments:
Posting Komentar