Mari kita mengenali tiga sudut padang pembagian isim dalam ilmu Nahwu yakni : Mu'rab/Mabni, Ma'rifah/Nakirah, dan Zahir/Dhamir. Pandun ini untuk pemula yang InsyaAllah mudah dipahami.
Pernah membuka Al-Qur’an dan membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Mengapa kata الْحَمْدُ berharakat dhammah, sedangkan اللَّهِ berharakat kasrah? Jawabannya ada dalam ilmu Nahwu.
Nahwu membantu kita membaca dengan benar sekaligus memahami kedudukan kata dalam kalimat. Salah satu pintu masuknya adalah memahami pembagian isim.
Dalam materi dasar, isim dapat dilihat dari tiga sudut pandang:
Perubahan akhir kata: Mu’rab atau Mabni.
Kekhususan makna: Ma’rifah atau Nakirah.
Cara menunjuk makna: Zahir atau Dhamir.
Satu isim bisa memiliki tiga label sekaligus. Contohnya:
هُوَ = Mabni, Ma’rifah, Dhamir.
زَيْدٌ = Mu’rab, Ma’rifah, Zahir.
Jadi, saat belajar isim, kita tidak memilih salah satu label saja. Kita melihatnya dari tiga sudut pandang.
Pada seri ini, kita akan membedah satu per satu istilah tersebut dengan bahasa sederhana, contoh, dan latihan. Mulailah dari artikel berikutnya: Isim Mu’rab vs Mabni: Pakaian Ganti Acara dan Seragam Sekolah.
0 comments:
Posting Komentar