Mencari Cahaya dari Masjid ke Masjid perjalanan mengumpulkan bekal
Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan

03 Juni 2014

Kisah yang Mendoktrin Pasal 1

Sahabat,
Walau sedikit telat berhubungan dengan hari bebas tembakau sejagat, tapi saya ingin membagi satu rangkaian kisah nyata (true story, istilah teman saya) dalam kehidupan saya. Rangkaian ini melengkapi sekaligus awal kisah panjang yang membuat saya digelari "Tak Macho" oleh teman-teman saya waktu SMP dulu. Kenapa ? Karena saya menolak untuk menjadi perokok. :)

Mengapa saya menolak menjadi perokok ? Sejak kapan ? Jawabannya saya kisahkan saja ya? hehee

Jawaban, Sejak Kapan ?
Sejak saya duduk di kelas 2 atau kelas 3 SD.
Ketika itu, saya sudah mengenal bungkusan rokok bertuliskan Kaiser Virginia yang berwarna hijau, Kansas berwarna kuning, Jamboe Bol berwarna merah, Bentoel berwarna biru dan banyak lagi merek lain. Di antara itu, Rokok Kansas yang paling lengket di ingatan saya, selain karena Bapak saya rokoknya itu, saya sering diminta beliau membelinya di warung-warung terdekat, juga ingat karena yel-yel yang sering saya nyayikan waktu kecil ketika melihat Pak Polantas. Begini bunyinya, "Polisi lalu lintas, nasinya nasi ramas, rokoknya rokok kansas". Saya malah tidak ingat dari mana belajar yel-yel seperti itu. :)
Loh, kalau sudah akrab dan mengenal rokok sejak kecil, bagaimana ceritanya anti rokok ? Sabar dong,... itu baru bungkusan dan mereknya saja. Ini juga lagi mengawali kisahnya, anggap sebagai prolog :)

Begini kisahnya,....

30 Maret 2014

Do'a Hari Ini : Do'a Sebelum Tidur

Assalamu'alaikum Sahabat,

Suatu ketika saya duduk menunggu waktu shalat di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, seperti biasa, bila waktu azan masih agak jauh, saya menyempatkan tilawah atau membaca kitab tafsir Al-Azhar yang sudah disediakan di rak-rak mushaf yang dibuat khusus di setiap tiang Masjid. Mushaf-mushaf disini tersusun rapi, jamaah diberi kesempatan menggunakannya namun hanya dibaca dalam Masjid saja.

Hari itu saat membolak-balik kitab satu kitab tafsir Al Azhar, Juz VIII. Sampai pada halaman 228 saya membaca kisah unik sang penulis (Buya Hamka) saat beliau dalam tahanan. Kisah ini menceritakan suatu kejadian yang beliau alami ketika diinterogasi. Seorang penjaga tahanan sangat terheran dengan Buya Hamka yang tidak dibentak-bentak dan tidak jadi di setrum oleh perwira polisi yang menginterogasi beliau, padahal alatnya sudah ada di bawah meja interogasi. Polisi penjaga terheran karena, alat setrum itu biasanya selalu berhasil digunakan apabila sudah dibawa oleh interogator, tapi kali ini tidak digunakan sama sekali pada Buya Hamka.