Mencari Cahaya dari Masjid ke Masjid perjalanan mengumpulkan bekal
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

23 Juni 2015

Unik, Masjid Al-Ihsan mengadakan pesantren Kaligrafi Al-Quran



Alhamdulillah hari ini sudah memasuki hari ke-6 Ramadhan 1436 H.
Memasuki waktu Sholat Ashar, saya mampir di sebuah masjid yang bersih, rapi dan juga harum. Masjid ini bernama Masjid Al-Ihsan Bank Syariah Mandiri, letaknya di basemen Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri kawasan Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat.
Seperti halnya masjid-masjid lain di Jakarta yang selalu ramai dan penuh dengan kegiatan positif dan produktif dalam mengisi hari-hari selama Ramadhan. Masjid Al-Ihsan ini juga menyelenggarakan kajian Ba'da Dzuhur untuk jamaah yang sebagian besar adalah  karyawan/ti Bank Syariah Mandiri sendiri dan masyarakat umum sekitar.

Hari ini saya menyaksikan sebuah kegiatan yang terbilang unik, kegiatan yang jarang saya temui di masjid lain, yaitu kegiatan yang diberi tajuk "Pesantren Kaligrafi Al-Quran". Diikuti oleh sekitar 30 orang peserta dari karyawan-karyawati Bank Syariah Mandiri Kantor Pusat.
Peserta dibimbing oleh Ustadz Ahmad Munir pengajar utama atau Instruktur  dari Lembaga Kaligrafi Al-Quran (LEMKA) Ciputat.
Kegiatan yang diadakan selepas jam kerja menjelang waktu berbuka ini cukup menarik dan terlihat peserta sangat serius mengikutinya.
Sahabatpun juga bisa menyaksikannya sendiri, jika berada di kawasan MH. Thamrin silahkan mampir ke masjid ini. Kegiatannya sendiri berlangsung setiap hari selepas Shalat Ashar sejak tanggal 22 Juni - 9 Juli 2015. Suasan khidmat pelajaran kaligrafi ini bisa disaksikan pada video berikut :







21 Juni 2015

Pelajaran Berharga Tarawih Hari Pertama

Jamaah Shalat Tarawih pertama 1436 H, MAA
Assalamualaikum Sahabat,

Hmm, Saya termasuk di antara orang-orang yang senang dengan keputusan sidang istbat penentuan awal Ramadhan tahun ini, 1436 Hijriah. Alhamdulillah, tahun ini bisa kompak dan serentak kita memulai Ramadhan pada hari Kamis 18 Juni 2015.

Sesuai aturan fiqih bahwa kita sudah bisa melaksanakan shalat tarawih pada Rabu malam 17 Juni 2015.  Hari itu, sayapun memutuskan untuk mengawali malam-malam Ramadhan di Masjid Agung Al Azhar (MAA) Kebayoran Baru. Alasan transportasi menjadi ujian pertama bagi saya sehingga saya datang agak telat untuk ikut Shalat Magrib jamaah gelombang pertama.

Singkat cerita, ba'da Isya saya sudah bisa lebih tenang karena sudah stand by di ruang utama MAA. Sebelum pelaksanaan shalat tarawih Ustadz Amliwazir Saidi memberikan kultum dengan tema : "Ramadhan dan Persaudaraan", berikut sekelumit pointer catatannya :

21 Juli 2014

Catatan 24 : Ramadhan 1435 H

Pelajaran dari Kisah Musa as
Kuliah Subuh, Masjid BI
Dr. Mustafa Umar, LC, MA
20 Juli 2014


Al Qashash : 30
Maka ketika dia (Musa) sampai ke ( tempat) api itu, dia diseru dari (arah) pinggir sebelah kanan lembah, dari sebatang pohon, disebidang tanah yang diberkahi, "Wahai Musa! Sungguh Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam"

Tempat Nabi Musa as menerima wahyu, dijelaskan spesifik oleh ayat ini, tempat nabi Musa as berbicara langsung dgn Allah SWT. Allah dalam ayat ini menjelaskan tempat yg diberkahi. Bukit thursina

Masjid adalah termasuk tempat yang diberkahi.

20 Juli 2014

Catatan 22 : Ramadhan 1435 H

Majelis I'tikaf Eksekutif
Masjid Baitul Ihsan, BI
19 Juli 2014

Dihadiri :

Dewan Gubernur BI
- Prof. Dr. Nazarudin Umar
- Prof. Dr. Ir. Rohmin Dahuri, MS
- Prof. Dr. Ahmad Satory Ismail
- Dr. Mustafa Umar, Lc, MA
- Para Mu'takifin lebih kurang 1000 - 1500 orang

Disebut I'tikaf eksekutif karena dihadiri oleh beberapa ulama dan para profrsional Dewan Gubernur BI.

Dalam sambutannya Bpk. Prof. Feri Warjiyo mewakili DG BI menyatakan bahwa BI dan MMBI tetap berkomitmen menyediakan fasilitas Masjid Baitul Ihsan bagi masyarakat untuk memakmurkan masjid dalam memaksimalkan ibadah, terutama kegiatan ibadah bulan ramadhan termasuk i'tikaf sepuluh malam terakhir ramadhan.

Ada empat narasumber utama yang mengisi tausyiah berbagi ilmu dalam i'tikaf spesial ini.

Sesi pertama diisi oleh Bapak Prof. Dr. Rohmin Dahuri, M.S mantan Menteri Perikanan dan Kelautan RI.

19 Juli 2014

Catatan 11 : Ramadhan 1435 H

Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain ?

Tadarus hari ke-11 Ramadhan 1435 H membawa saya sampai pada Surat An Naml, sambil membaca tartil saya mencoba memahaminya. QS. An Naml yang terjemahannya adalah "Semut", binatang kecil yang sering dianggap manusia makhluk yang tak berguna, hanya mengganggu mengemari makanan manis. Ternyata semut diabadikan namanya oleh Allah SWT dalam kitab-Nya yang Mulya; Al Quran.

Semut yang dikisahkan dalam surat An Naml adalah semut yang mampu menyadarkan Nabi Sulaiman AS atas nikmat yang diterimanya dari Allah SWT hingga dengan spontan beliau berdoa, doa ini banyak diamalkan para shalihin, mensyukuri nikmat Allah SWT. Sekecil apapun itu, kalau Allah memberikan izin niscaya akan dapat memberikan hidayah kepada siapapun yang Allah kehendaki.

12 Juli 2014

Catatan 14 : Ramadhan 1435 H


Shalat Tarawih di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia

Kultum : Ust. Dr. Abdul Muti, M.Ed

QS. An Nisa : 58 (amanah)

Pointer :

Menurut para mufassir  ayat ini diturunkan saat Fathu Makkah. Ketakutan kaum Quraisy akan ada pertumpahan darah tidak terjadi. Rasulullah melakukan penaklukan makkah dengan cara yang sangat elegan.

Saat itu Rasulullah menawarkan Opsi damai 2 pilihan, yaitu bagi penduduk makkah yang mau aman masuklah ke masjidil haram, yang tidak mau tunduk silahkan masuk ke rumah abu sufyan.

Catatan 13 : Ramadhan 1435 H


Berbuka di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia
Karena sesuatu hal, hari ini saya memutuskan turun di halte Bank Indonesia, setengah jam ke depan akan masuk waktu Jum'at. Hitungan logis, akhirnya saya memilih untuk Shalat Jum'at di Masjid Baitul Ihsan, yang berada dalam kompleks Perkantoran Bank Indonesia. Beberapa tahun lalu saya pernah tuliskan tentang Masjid Ini.
Selepas Shalat Jum'at saya mampir ke kantor dan galeri Indosat yang berada tidak jauh dari Masjid dan kembali lagi Shalat Ashar di Masjid ini, Alhamdulillah Handphone sudah terisi lagi sehingga bisa jepret-jepret momen penting.
Nyaman dan bersihnya Masjid ini membuat betah tadarus, ba'da shalat selalu ramai jamaah yang tadarus, suasana semangat Ramadhan sangat terasa. Tak ingin melewatkan momen, saya memilih untuk tarawih malam ini di sini, pertama kali sejak Ramadhan 1435 H, setelah ini ada acara buka bersama diumumkan panitia.

Acara Buka Bersama Dewan Gubernur BI.

Kultum :  Ust. Dr. Ahmad Luthfi Fathullah, MA

Pointer :
Tema : Filosofi Puasa dalam teks-teks al-Quran

Mari kita menilai Ramadhan dengan nilai yang luar biasa agar upaya dan semangat menggapai keberkahannya juga senantiasa meningkat.

Analogi yang disampaikan Ustadz tentang ketinggalan uang 1000 ribu dan 10 juta sangat menarik dan mudah dipahami berkenaan dengan contoh menilai ramadhan.

07 Juli 2014

Catatan 8 : Ramadhan 1435 H


NGOPI : Ngorol Perkara Iman

Acara ini diadakan di panggung utama Ramadhan Fair Republika, Pelataran Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur. Sebagai host adalah Komunitas Pejuang Subuh. Sekilas tentang Pejuang Subuh :

#Pejuang Subuh adalah gerakan yang dengan sukarela menggiatkan shalat subuh berjamaah ke masjid.
Program Utama Pejuang Subuh, sebagaimana disebutkan yaitu mengajak para muslimin untuk sholat subuh berjamaah, memakmurkan masjid. Membantu me-reminder membangunkan kaum muslimin waktu subuh. Pejuang ini sangat terkenal di media sosial  seperti twitter dengan akun @PejuangSubuhJKT, bbm dan whatsapp.

Catatan 6 : Ramadhan 1435 H

 
Survey di Jum'at Pagi
06 Juli 2014

#Masjid Agung Al Azhar

Seyogyanya ba'da Subuh ini saya ikut mendengarkan Kultum dari Ust. Agus Nur Qowim, SQ. Saya memilih duduk di dekat tiang sebelah kiri, sebentar kemudian ada yang menyapa saya, ternyata beliau seorang mahasiswa yang sedang bertugas sebagai pengumpul data, mencari sample dari responden yang terpilih. Beliau kemudian meminta kesediaan saya mengisi questioner yang terdiri dari 4 lembar kertas A4.
Sample responden sengaja diambil dari jamaah shalat subuh dan yang mengikuti kajian rutin di Madjid Agung Al Azhar.

Singkat cerita, saya mengisi dengan lengkap questioner, dari pertanyaan yang ada saya menjadi tahu arahnya. Dalam hati saya salut dengan inisiatif tim yang melakukan survey ini. Walaupun secara kasat mata sudah bisa ditebak siapa saja jamaah yang ikut meramaikan masjid ini. Survey ini akan lebih detail mengetahui profil jamaah, tingkat pendidikan dan tingkat penyerapan materi taklim yang diikuti di Masjid Agung Al Azhar.
Melihat saya serius mengisi questioner dua jamaah lain menghampiri kami, ikut mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kemudian bersedia ikut menjadi responden.

Sebelum kami berpisah saya sempat menanyakan bagaimana garis besar pemetaan profil jamaah yang diteliti, berikut kategorinya kesimpulan dalam persentase yang akan didapatkan :

1. Jenis jamaah Legalis tradisional
2. Jenis jamaah Puritan teologis
3. Jenis jamaah Modernis klasik
4. Jenis jamaah Islam politik
5. Jenis jamaah Ekstrimis militan
6. Jenis jamaah Ijtihad progresif
7. Jenis jamaah Liberal sekuler

Secara pribadi saya dapat melihat manfaat dari adanya survey seperti ini, selain didapat profil jamaah, dapat juga sebagai bahan evaluasi bagi Pengelolaan Masjid Agung Al Azhar ke depannya. Hendaknya Masjid-masjid yang lain juga bisa melakukan hal yang sama.

Update : 
Ternyata setelah sekian lama, hari ini  25 November 2020 saya menemukan artikel dalam jurnal Al Azhar Indonesia Seri Humaniora  hasil penelitian yang berjudul "Tipologi Keislaman Jamaah Masjid Agung Al Azhar", artikel ini menerangkan Tipologi Jamaah Masjid Agung Al Azhar secara ilmiah dan merupakan latar belakang utama penelitian dilakukan.  Artikel lengkap dapat dibaca di Sini.



Dalam artikel ini pada bagian abstraknya tertulis :


 Titik tolak penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara ilmiah tipologi keislaman jamaah Masjid Agung Al-Azhar (MAA), Jakarta, sebagai salah satu masjid besar bersejarah dan berpengaruh di Jakarta. Diharapkan, hasilnya dapat menggambarkan suatu tipologi keislaman yang berkembang di Jakarta, serta menjadi masukan bagi takmir MAA sendiri dalam meningkatkan kiprahnya. Penelitian ini menyimpulkan sejumlah temuan penting, di antaranya: (1) Keislaman jamaah MAA mencerminkan semangat kembali kepada ajaran Islam yang murni. (2) Tipologi-tipologi yang paling menonjol adalah Puritan Teologis, Islam Politik, dan Modernis Klasik. (3) Materi dakwah yang paling disukai, secara umum, adalah tafsir, aqidah dan fikih. Walaupun kemudian ditemukan sedikit perbedaan kajian yang paling disukai bila dilihat dari kelompok usia dan gender jamaah.

Menariknya dari hasil pengolahan data menggunakan SPSS didapat  bahwa :  keislaman jamaah MAA lebih mendekati tipologi-tipologi: 
1. Puritan Teologis, dengan mean 3.34 
2. Islam Politik, dengan mean 3.25 
3. Modernis Klasik, dengan mean 3.03 

Sedangkan tipologi-tipologi keislaman yang paling tidak terepresentasi dalam jamaah MAA adalah Ijtihad Progresif (dengan mean 1.44) dan Liberal Sekuler (dengan mean 1.47).

Ketiga tipologi keislaman yang paling menonjol di kalangan jamaah MAA (Puritan Teologis, Islam Politik, dan Modernis Klasik) di atas sejatinya berasal dari rumpun yang sama yaitu semangat back to the pure Islam.  



Sent from my Windows Phone

Catatan 4 : Ramadhan 1435 H

Masjid Agung Al Azhar
01 Juli 2014/ 03 Ramadhan 1435 H
Anshori Siregar

Puasa adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Setiap perintah pasti punya manfaat bagi yang menjalankannya dengan benar.

Apapun perintah Allah SWT dan Anjuran Rasul Nya kita lakukan, niscaya kita akan menjadi suci, bersih, sehat, kuat dan berani.

01 Juli 2014

Catatan 3 : Ramadhan 1435 H


Ramadhan hari kedua saya berkunjung ke Masjid kebanggaan Indonesia, salah satu Masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal Jakarta Pusat.
Sangat mudah untuk mencapai masjid ini, dari kawasan sudirman saya cukup naik bus Trans Jakarta ke halte central harmoni untuk transit, dari harmoni naik lagi bus jurusan PGC yang melalui Pasar Baru, saya hanya perlu turun di Halte Juanda. Begitu keluar halte sudah terlihat megahnya Masjid Istiqlal.

30 Juni 2014

Catatan 2 : Ramadhan 1435 H

Assalamu'alaikum,
Ramadhan hari pertama, bertepatan dengan hari libur, saya rencanakan ke Jakarta dengan tujuan utama Masjid Agung Al Azhar, selain untuk iktikaf seharian dan mengikuti banyak kegiatan, saya juga ingin bersilaturrahim dengan banyak sahabat disini. Sudah hampir tiga bulan saya tidak beraktifitas bersama sahabat dalam liqo rutin LTA.

29 Juni 2014

Catatan 1 : Ramadhan 1435 H

Assalamu'alaikum Sahabat,
Tanggal 27 Juni 2014, ba'da Magrib saya menyaksikan di salah satu TV swasta, pengumuman hasil sidang istbat penentuan awal Ramadhan 1435 H oleh Menteri Agama RI, Yth. Bapak Lukman Hakim Syaifuddin. Alhamdulillah, walau tidak seperti biasanya, kali ini saya manut dengan ketetapan pemerintah yang mengumumkan bahwa Tanggal 1 Ramadhan 1435 H jatuh pada hari Ahad, 29 Juni 2014.

16 Juni 2014

Al Quran : Mereka yang Dilaknat Allah SWT


Assalamu'alaikum Sahabat,
Kata "Laknat" sering kita dengar dalam kehidupan. Sesuatu yang "terlaknat" dianggap sudah membuat orang yang melaknatnya sangat murka melebihi batas kemarahan biasa.
Begitu juga Allah Subhanahu wa ta'ala, apabila larangan-Nya dilanggar, niscaya Allah SWT amat murka dan akan menimpakan Azab yang lebih berat. Kecuali bagi mereka yang bertaubat dan kembali kepada kebenaran yang digariskan Allah 'Azza wa jalla.
Dalam Al-Quran Allah mengabarkan kepada kita siapa mereka yang dilaknat oleh-Nya. Salah satunya adalah orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang diturunkan oleh Allah berupa kitab dan keterangan atau petunjuk-petunjuk-Nya. (QS. Al-Baqarah : 159)

Na'uzubillahi min dzaalik ..

Sahabat, agar saya tidak termasuk orang yang menyembunyikan petunjuk Allah SWT, berikut ini adalah 32 tempat (ayat) dari 16 Surah dalam Al-Quran yang menerangkan siapa saja yang mendapat "Laknat" Allah :

17 Januari 2014

Ibadah Puasa, Sistem Imun dan Tips

Assalamu'alaikum Sahabat,

Bacaan hari ini usai sholat Jum'at sangat menarik untuk di share agar manfaatnya dirasakan bersama. Sesuai dengan judul, tulisan ini mengangkat efek positif Ibadah Puasa terhadap peningkatan kinerja sistem kekebalan tubuh (imun) dan pada bagian akhir ditampilkan tips menjalani hari dengan Ibadah Puasa (Saum). Berikut kutipannya :

Ibadah Puasa, khususnya pada bulan Ramadhan, dapat menjadi metode yang sangat efektif untuk memaksimalkan kinerja sistem imun dan sistem endoktrin manusia, lebih-lebih apabila dijalankan dengan niat yang kuat, keikhlasan yang tinggi, dan disertai pengaturan pola hidup yang berkesinambungan. Adapun mekanisme peran positif ibadah puasa terhadap profil imunologi dan endokrinologi seseorang dapat dilihat dari :


20 Juni 2013

Merasakan Manfaat Belajar Nagham



Assalamu’alaikum Sahabat,
Subhanallah Wa lhamdulillah, pada hari ahad kemaren tanggal 16 Juni 2013 lalu, saya  akhirnya menunaikan amanah di acara akad nikah Sahabat baik saya di Milis KCB dan Matasinema, Aji Nur Hakim dan Istri beliau Anggi. Barakallahulakuma (Semoga Allah memberkahi kalian berdua) dan menghimpun kalian berdua duhai sahabat dgn naungan ridho Allah mengharungi kehidupan dalam keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Insya Allah dengan tetap dalam ridho Allah, akan dikarunia-Nya dengan keturunan yang shaleh dan shalehah. 

Dua minggu sebelum hari H, saya mendapat “undangan khusus” menghadiri acara beliau. Undangan khusus ini karena saya diminta menghadiri akad nikah, bukan hanya resepsi. Dan kehadiran di prosesi akad nikah saya didaulat sebagai “Qori”. Terimakasih sahabatku, saya sangat tersajung dengan kesempatan ini.
Alhamdulillah, amanah sudah tertunaikan dengan baik. walaupun pada awalnya saya sempat sangat khawatir  sebab 4 jam sebelum acara batuk dan flu belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda hal ini membuat suara saya menjadi serak dan kedengaran sengak. Tentu saja saya berusaha mencari alternatif solusi mengatasi lebih cepat. Salah satu cara adalah banyak minum air putih, dan air putih saya bawa dari rumah Alhamdulillah sangat membantu, istirahat ba’da Shalat Zuhur di Masjid UI Salemba. dalam upaya mengatur ritme  nafas juga membantu karena paling tidak mengurangi kecemasan khawatir terlambat sampai lokasi akad. Namun yang tidak kalah penting  adalah doa yang selalu terucap agar diberi kemudahan oleh-Nya. Oiya, testing suara dengan menjadi Muadzin saat shalat Ashar juga upaya saya untuk mengukur sejauh mana tinggi nada yang bisa saya bawakan nantinya. Smile

Hal lain yang mengharukan pada hari ini setelah akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi adalah mempertemukan kami dengan sahabat-sahabat milis KCB dan Matasinema, Ustadz Yulius, Bang Badrian dan sahabat beliau dari Inframe.

Sahabat yang baik,
Ternyata, saya baru menyadari bahwa ini merupakan salah satu hikmah yang saya peroleh setelah belajar Seni Tilawah Al-Qur’an atau “Qiro’at” (istilah pengujung blog saya), Selain membuat kita selalu termotivasi membaca Al-Qur’an dan meningkatkan kemampuan lisan kita terhadap perbaikan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sangat membantu mempermudah belajar murattal/tartil, ikut mensyiarkan Islam, kita juga bisa ikut berpartisipasi aktif dalam acara-acara penuh hikmat seperti akad nikah dan acara resmi lainnya.

Sahabat,
Pada tulisan sebelum ini pernah ditampilkan beberapa artikel bimbingan tilawatil qur’an. artikel tersebut sebagian dilengkapi dengan video yang saya compile sendiri dan Alhamdulillah juga tersedia di Youtube. Video terakhir yang sudah diupload berhubungan dengan bimbingan seni tilawatil quran atau nagham atau maqamat atau taranum ini bisa dilihat pada tampilan berikut :
Praktek Bimbingan Seni Tilawah

Video ini  menampilkan bagaimana menerapkan nada-nada yang sudah dipelajari dari tausyih mulai dari jenis lagu pertama, maqam bayati sampai lagu terakhir, maqam jiharaka. Untuk mengetahui detail masing-masing tingkatan silahkan dikunjungi video sebelumnya diantaranya :

Bimbingan part 1 : http://goo.gl/kf4VD
Bimbingan part 2 : http://goo.gl/TBtKX
Bimbingan part 3 : http://goo.gl/DleXP
Bimbingan part 4 : (sdg diusahakan)
Bimbingan part 5 : (sdg diusahakan)
Bimbingan part 6 : (sdg diusahakan)
Praktek 4            : http://goo.gl/SYFdr

Bimbingan part 7 : http://goo.gl/zrJHR

Saat mengkompilasi video ini, saya sendiri banyak terbantu mendapatkan tambahan koleksi, wawasan serta menjadi bahan latihan. Sahabat pun juga bisa ikut belajar dari kompilasi video yang saya tampilkan tersebut. semoga bermanfaat.

Wassalam

04 Maret 2013

Wajah-wajah Ahli Neraka

Sahabat, pernahkah kita memperhatikan wajah seorang teman yang sedang mengalami kekecewaan berat. Apa yang kita rasakan ketika melihat wajah mereka yang bermuram durja? Tentulah akan timbul simpati yang mendalam dan belas kasihan pada teman tersebut, ingin sekali kita ambil bagian dalam menghilangkan kekecewaan yang dirasakannya , agar wajahnya bisa berseri kembali.
Di akhirat kelak, menurut informasi dalam Al-Qur’an akan ada wajah-wajah yang penuh kekecewaan yang digambarkan untuk wajah Ahlul Naar dan wajah-wajah yang riang berseri-seri yang digambarkan untuk Ahlul Jannah.
Inilah informasi-informasi yang bisa kita baca dalam Al-Qur’an tentang wajah-wajah ahli neraka adalah  :

1. Wajah yang menghitam  (مُسْوَدَّةٌ / Muswaddah)

QS. Az-Zumar : 60
Terjemahannya :
Dan pada hari Kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka jahannam itu tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri?

10 September 2012

Kebahagiaan Setiap Orang Ibarat Lingkaran

Assalamu'alaikum,

Malam 25 Ramadhan 1433 H, saya sampai Masjid Al-Azhar Jaka Permai, Kalimalang Bekasi menjelang waktu Isya masuk. Setelah menyempurnakan wudhu lalu bergegas ke dalam Masjid melanjutkan tadarus bersama jamaah i'tikaf yang memang sudah meramaikan Masjid ini semenjak hari 20 Ramadhan.
Memasuki Masjid seketika kita akan mendengar suara dengungan bak kawanan lebah madu. Setiap karpet penanda shaff  terisi sampai 60% oleh mu'takifin yang bertadarus. Suasananya begitu sakral, beberapa ada yang terlihat  tiba-tiba bersujud tilawah menandakan bahwa ia sudah sampai pada salah satu ayat sajadah. Beberapa lagi terlihat sesegukan dan sesekali menyeka air mata. Sebagian terlihat ada yang memilih berzikir khusyu'. Benar-benar perlombaan berbuat kebaikan.

Baru  saja menyelesaikan satu setengah lembar bacaan, Mu'adzin mengumandangkan azan pertanda masuknya waktu 'Isya, tanpa komando semua berhenti bertadarus keadaan hening sejenak, terlihat sebagian ada yang bergegas memperbarui wudhu, namun lebih banyak yang masih bertahan mendengar azan dan bersahutan menjawab sampai azan selesai, sungguh suasana beragama yang indah di Masjid yang nyaman. Pemandangan seperti ini membuat diri ini lebih bersemangat untuk   mengikuti sesi i'tikaf malam ini di tempat ini.

Shalat 'Isya pun didirikan dengan suara agak serak, Imam tetap fasih melantunkan ayat-ayat pada Juz 25. Imam yang hafidz, suara yang merdu menambah rasa khusyu' makmum yang mengikuti di belakangnya.
Sebelum Shalat Tarawih, Seorang Ustadz tampil membawakan kultum yang penuh hikmah. Karena tidak membawa catatan saya berusaha keras untuk mengingatnya.

Ustadz yang saya tidak ingat nama beliau memaparkan :
Di setiap do'a kita sering menutup dengan permohonan akan kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena memang kita membutuhkan rasa bahagia.

"Sebuah analogi. Ada seseorang yang mencari kunci rumahnya di luar rumah, padaha ia lupa bahwa sebenarnya kunci tersebut ia simpan di dalam rumahnya. Lalu datanglah seseorang temannya yang mengingatkan bahwa kunci yang dicarinya ada di dalam rumahnya sendiri.

Nah, begitulah halnya dengan "kebahagiaan". Sebenarnya setiap kita punya kebahagiaan di dalam diri kita masing-masing, sehingga kita tidak perlu mencari kebahagiaan itu pada orang lain.
Rasa bahagia itu sama pada setiap orang ibarat sebuah benda berbentuk lingkaran. Lingkaran, seberapa pun besarnya namun derajatnya sama-sama 360 Derajat.


Illustrasi Lingkaran
 sumber : en.wikimedia.org

Rasa bahagia orang kaya, sama dengan rasa bahagia yang dirasakan oleh kaum dhuafa dalam hal derajat rasa. Bayangkan rasa bahagianya orang dhuafa yang ketika suatu hari mereka dapat tercukupinya semua kebutuhannya untuk satu hari itu saja. Mereka puas dan bahkan sangat bersyukur.

Tentu saja yang membedakan lingkaran itu adalah besarnya radius atau jari-jari lingkaran. Makin besar radius maka semakin besar pula kelihatan lingkarannya, namun tetap 360 derajat. Tips agar lingkaran kebahagiaan terasa besar adalah Bersyukur, ikhlas dan qonaah dapat mempengaruhi besar kecilnya radius kebahagiaan. Amal shaleh akan membuat lingkaran bahagia tersebut berputar dinamis, ketaqwaan akan membuatnya tetap bulat simetris."

Kiranya itulah yang saya tangkap  dari pemaparan Ustadz malam itu. Selepas tarawih berjamaah, I'tikaf berlanjut sampai 1 jam sebelum waktu imsak masuk.

Rabbana Aatina Fid dunya Hasanah wa Fil Aakhiraati Hasanah Wa Qinaa 'Azaa bannaar...

Wassalam





10 Agustus 2011

Tausyih lagu-lagu Tilawah Al-Qur’an






Tausyih lagu-lagu Tilawah Al-Qur’an
كلكسى يولف ديان بن البستان الدين

Bacaan Mujawwad
Tahun 1993 ane bersyukur mengenal lebih dekat salah satu cara membaca Al-Qur’an yaitu dengan bacaan Mujawwad, saat diperkenalkan oleh Buya (Ustadz) Drs. Syamsu Bahri di Mushalla Awaliyah tempat dimana ane mengenal dan belajar Al-Qur’an dari nol persen di bawah bimbingan Buya Pak Murna (Alm. M. Kadir), Buya Syamsu sebagai pelanjut Buya Kadir mengenalkan irama pada surat Al-Hijr. Semoga sahabat ane seperjuangan sepengajian Rudianto, Syafriadi dan yang lain masih hafal.
Buya Syahrimal, BA menambah wawasan ane dengan mengenalkan tingkatan-tingkatan nada dan praktek standar nada pada Surat Maryam.
Setelahnya Bimbingan Ustadz Darul Ulum dari LPTQ Kab. Kerinci atas fasilitas Bapak Drs. Amir Syarifudin (saat itu sbg KUAKEC) memberikan standar surat Al-Mukminun dan As-Syu’ara. 
Sahabat ane yang baik Juara I Dewasa Tingkat Kabupaten dan Propinsi Jambi Asmal Jaya Jazakallah untuk bimbingan tambahan standar lagu pada surat Al-Insan.
Jazakumullah khairan katsira untuk Ustadz dan Ustadzah dari Lembaga Tahsin Al-Qur’an An-Nur, Sekolah Tinggi Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAIPIQ) Padang atas bimbingan intensifnya tahun 2005 dalam Tahsin, Tahfidz, Tarjim, Tafsir dan Tilawatil.
Berikut Tingkatan Nada yang masih ane simpan dalam pelajaran program Tilawatil di LTA An-Nur STAIPIQ :
1. Tausyih Lagu Bayati

- Bayati Ashli Tingkatan Nada Qarar
فَـارْحَمْ ذُلِّى وَوَقْـفَنِى بَيْنَ يَدَيْكَ اِنْ زَلَّ قَـدَمَ
- Bayati Nawa Tingkatan Nada Qarar
سَـيِّـدِى بِـالَّذِي آمَدَّكَ بِالْحُسْنِ, وَأَوْلَاكَ بَهْجَةً وَّجَمَا لًا
- Bayati Syuri Tingkatan Nada Qarar
وَالَّذِي خآصَّ وَاجْنَتَيْكَ بِسِحْرٍ حَلَا لًا
- Bayati Jawab I, Tingkatan Nada Jawab
صِلْ مُحِبًّايَّرَ الصَّبَابَةَ شَوْقًا 3 , وَصِلُّوْا مَحَآلًّا
- Bayati Jawab II, Tingkatan Nada Jawab
هُوَ أَحْمَدٌ بَابٌ الْهُدَى, ذُو الْمُعْجِزَاتِ عَلىَ الْمَدَى
- Bayati Jawab III, Tingkatan Jawabul Jawab
وَشَفِيْعُنَا جَمِيْعًا غَدَى بَابٌ الرِّضَا بَحْرُ الْهَنَا
- Bayati Syuri, Tingkatan Nada Jawab
هُوَ أَحْمَدٌ بَابُ الْهُدَى, ذُوالْمُعْجِزَاتِ عَلَى الْمَدَى
- Bayati Syuri Jawab/ syuri al-bayati/ bayati Mumtaz, tingkatan Nada Jawabul Jawab
وَشَفِيْعُنَا جَمِيْعًا غَدَى بَابٌ الرِّضَا بَحْرُ الْهَنَا
2. Tausyih Lagu Shaba

30 Juli 2011

Masjid Ideal Dalam Anganku

Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat, memakmurkan Masjid berarti memakmurkan Jamaah dan orang disekitar Masjid.

وَأَنَّ الْـمَسَاجِدَ لِلهِ فَـلاَ تَدْ عُوْا مَعَ اللهِ أَحَــدًا | من سورة الجن : 18

Terjemahannya :

Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.  (QS. Al-Jinn [72] : 18)

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ الله مَنْ ءَامَنَ بَاللهِ وَالْيَوْمِ الاَخِرِ وَاَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلاَّ الله فَعَسَى اُولَئِكَ اَنْ يَكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ  من سورة التوباة : 18

Terjemahannya :

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)

 

(( مَنْ بَنَى مَسْجِداً يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ )) وفي رواية لمسلم: (( بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ )).

“Barangsiapa membangun masjid –karena mengharap wajah Allah- maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam syurga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafal: “rumah di dalam syurga.”

Keutamaan tersebut di atas hanya bisa dicapai dengan ikhlas semata-mata karena Allah, mengharap wajah Allah sebagaimana teks hadits. Meskipun masjid yang dibangun itu berukuran kecil.

Dalam hadits yang lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَنْ بَنَى ِللهِ مَسْجِداً وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membangun sebuah masjid karena/untuk Allah walau seukuran sarang (kandang) burung atau lebih kecil dari itu, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di dalam syurga.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 6128).

Adapun bila seseorang membangun masjid dengan tujuan ingin dipuji oleh manusia atau hanya untuk berbangga-banggaan semata maka ia tidak akan memperoleh keutamaan ini. Dan jika hal ini merajalela di tengah-tengah manusia maka itu salah satu pertanda dekatnya hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تقوم الساعة حتى يتباهى الناس في المساجد

“Tidaklah kiamat akan tegak sehingga manusia berbangga-banggaan dalam (membangun) masjid-masjid.” (HR. Ahmad, Abu Daud Ibnu Majah dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 7421)

Tidak seperti tahun lalu, aktifitas ramadhan hanya bisa saya lakukan di beberapa Masjid di sekitar tempat tinggal. Entah kenapa, Insya Allah bila mempunyai kesempatan pada Ramadhan kali ini saya sangat tertarik untuk berkunjung, bersafari ke beberapa Masjid setiap harinya. Maksud hati ingin mencoba mempelajari bagaimana bentuk pengelolaan Masjid yang baik sesuai dengan kultur dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Walaupun secara teoritis saya belum pernah mengikuti pelatihan-pelatihan resmi tentang pengelolaan Masjid, semoga dengan pengalaman langsung ini dapat memetik pelajaran yang berharga tanpa mengurangi maksud dan kekhusyu’an ibadah Ramadhan.

Secara pribadi saya sudah menetapkan standar pengamatan dan penilaian untuk memudahkan pengamatan atau observasi di lapangan. Secara penilaian berturut-turut dari yang belum baik sampai yang sangat baik saya memberikan nilai berupa bintang dari 1 (satu) bintang sampai 10 (sepuluh) bintang. Parameter-parameter yang menjadi objek pengamatan  berupa hal-hal sebagai berikut :

  1. Lokasi Masjid yang Strategis dan Mudah di Jangkau
  2. Kenyamanan Buat Jamaah dalam beribadah
  3. Manajemen Masjid / Pengelolaan yang profesional
  4. Kepengurusan Yang Aktif dan Proaktif
  5. Imam Masjid yang Hafiz, Fasih, Cerdas dan Berwibawa Taqwa
  6. Kaderisasi Yang Baik (Imam, Muadzin, Khatib, Mubaligh)
  7. AMIL Zakat yang Amanah dan pengelolaan ZIS yang baik.
  8. Remaja Masjid yang Aktif dan Kreatif
  9. Perpustakaan Masjid yang Rapi dan Lengkap
  10. Tempat Wudhu  dan Toilet yang Bersih
  11. Parkir, Tempat Penitipan Barang Yang Aman.
  12. Amal Usaha dan Donatur Masjid.
  13. Pemanfaatan Teknologi dan Sistem Keterbukaan Informasi untuk Jamaah.
  14. Jumlah atau Kuantitas Jamaah Rata-rata.
  15. Aktifitas Ramadhan (Khusus Bulan Ramadhan)

- Shalat Fardhu Berjamaah

- Shalat Qiyamullail

- Tadarrus dan Taklimul Quran

- Qultum / Ceramah

- Berbuka Bersama

- I’Tikaf (10 Terakhir Ramadhan)

Tidak ada metode khusus yang diterapkan dalam hal ini, hanya berusaha secara maksimal agar parameter-parameter tersebut di atas cukup terpenuhi dalam hal observasinya. Memang secara ideal observasi dilakukan selama rentang waktu tertentu bila ingin mendapatkan data yang lebih akurat, hal ini dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang tentunya. Dalam observasi kali ini rencananya saya berkunjung sebagai Jamaah Masjid sebagaimana biasanya dan sedapat mungkin berdiskusi dengan Jamaah atau Takmir Masjid untuk mendapatkan data tambahan. Saya berharap pada aktifitas Masjid selama Ramadhan dapat tergambar semua parameter yang saya amati.

Mumpung Ramadhan beberapa jam lagi, Niat sudah matang, tekad sudah kuat, sekarang berharap dan berdoa semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam usaha ini dan  tidak ada halangan yang berarti.

Sebagai objek acuan saya akan menjadikan beberapa Masjid sebagai tolok ukur :

- Masjid  Istiqlal  Jakarta Pusat

- Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta

- Masjid At-Tin, Pondok Gede Jakarta

- Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan

- Masjid Al-Latif, Pasar Raya Grande Blok M

- Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi

- Masjid Al-Azhar,  Jakasampurna Bekasi

- Masjid Dian Al-Mahri / Kubah Mas, Depok.

- Masjid Al-Ikhlas Jatipadang (Masjid Pertama dengan ISO 9001 : 2008)

- Masjid Baitul Mustafa (Kawasan Industri MM2100)

- Masjid Baitul Ihsan, Komplek Bank Indonesia.

- Dan Insya Allah Masjid lain di area Jabodetabek sesuai rekomendasi yang ditemui dilapangan.