Mencari Cahaya dari Masjid ke Masjid perjalanan mengumpulkan bekal
Tampilkan postingan dengan label taufiq ismail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taufiq ismail. Tampilkan semua postingan

08 Juli 2015

Pembacaan Puisi Islami Oleh Bpk. Taufiq Ismail


Pembacaan Puisi bermuatan pesan-pesan dakwah Islami oleh Bapak Taufiq Ismail dalam rangkaian Acara Peringatan Nuzulul Quran 1436 H Bersama Dewan Gubernur Bank Indonesia yang bertempat di Ruang Utama Masjid Baitul Ihsan, Kompleks Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
Selama kurang lebih 20 Menit, beliau mendeklamasikan tiga buah puisi yang sarat dengan nilai-nilai, pesan mendalam yang menggetarkan di hadapan sekitar 1500-an jamaah.

Saya menyempatkan untuk menuliskan ulang puisi pertama yang beliau sampaikan. Berikut petikannya :


Janganlah kiranya ditutupkan itu Cahaya Qur'an

Kita semua merindukan sebuah negeri yang teduh, sebuah negeri yang sejuk, karena pohon tauhid menumbuhkan daunan yang rindang sehingga di bawahnya orang menerima aliran udara yang nyaman.

Di atas negeri kita tergenang udara, tegak lurus beratus juta hasta, penuh dengan molekul zat asam yang rapi dianyam oleh lima miliar divisi Malaikat yang bertugas taat, sehingga menyebabkan paru-paru makhluk dan kulit bumi bernafas secara semestinya.

Kemudian di atas lapisan itu ada cahaya, cahaya itu datang sebagai garis lurus, karena banyak jumlahnya mereka sejajar, bagian berkasnya sangat teratur dan berkilau-kilau keadaannya.

Di atas cahaya yang di atas itu ada cahaya lagi.