Mencari Cahaya dari Masjid ke Masjid perjalanan mengumpulkan bekal

23 April 2014

Suara Teduh Lantunan Qori Muhammad Thaha Al Junaid

Assalamu'alaikum,

Tilawah Al Qur'an akan lebih menyenangkan bila kita mengikuti cara membaca secara murattal. Awal belajar murottal di STAI-PIQ Padang, saya senang sekali diajarkan style murataal Syaikh Mahmood Khalil Al Husary dengan nada nahawan-nya.

Dua tahun terakhir, saya pun kepincut dengan tilawah murattal Syaikh Mishari Rashid Al 'Afasy dan Alhamdulillah sangat membantu dalam kegiatan Tahfiz.

Walaupun sudah lama juga tertarik dengan Style Muhammad Thaha Al Junaid, baru kali ini saya mengoleksinya. Lantunan Murattal ini setiap pagi diperdengarkan  dilingkungan SD IT Amal Mulya, Pekapuran - Cimanggis. Tiga tahun lalu, saya aktif di sana sebagai pembina adik-adik panti asuhan selama beberapa bulan.  Selain itu, setiap berkunjung ke arena Islamic Book Fair di Istora Senayan, rasanya tidak pernah absen saya mendengarkan mp3 murattal ini diputar pada booth-booth peserta.

Dibawah ini saya tampilkan playlist-nya, silahkan dinikmati.


Semoga bermanfaat dan menambah motivasi bagi kita untuk bisa membaca Al-Qur'an dengan tartil dan menyejukkan orang sekitar kita yang mendengarkan, dengan begitu kita telah ikut tebar manfaat dan rahmat.

Kalau mau mendengarkan koleksi murattal yang lain dapat di www.quranicaudio.com 

30 Maret 2014

Do'a Hari Ini : Do'a Sebelum Tidur

Assalamu'alaikum Sahabat,

Suatu ketika saya duduk menunggu waktu shalat di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, seperti biasa, bila waktu azan masih agak jauh, saya menyempatkan tilawah atau membaca kitab tafsir Al-Azhar yang sudah disediakan di rak-rak mushaf yang dibuat khusus di setiap tiang Masjid. Mushaf-mushaf disini tersusun rapi, jamaah diberi kesempatan menggunakannya namun hanya dibaca dalam Masjid saja.

Hari itu saat membolak-balik kitab satu kitab tafsir Al Azhar, Juz VIII. Sampai pada halaman 228 saya membaca kisah unik sang penulis (Buya Hamka) saat beliau dalam tahanan. Kisah ini menceritakan suatu kejadian yang beliau alami ketika diinterogasi. Seorang penjaga tahanan sangat terheran dengan Buya Hamka yang tidak dibentak-bentak dan tidak jadi di setrum oleh perwira polisi yang menginterogasi beliau, padahal alatnya sudah ada di bawah meja interogasi. Polisi penjaga terheran karena, alat setrum itu biasanya selalu berhasil digunakan apabila sudah dibawa oleh interogator, tapi kali ini tidak digunakan sama sekali pada Buya Hamka.

08 Maret 2014

Mushaf Al-Quran "Fami Bisyauqin"






 Assalamu'alaikum Sahabat,


Mushaf Fami Bi Syauqin di atas Mushaf ukuran A4,  Sumber : Dokumen Pribadi

Saya yakin sahabat sudah pernah mendengar mushaf Al-Qur'an "Fami Bisyauqin". Saya pribadi sebenarnya sudah lama mendengar kata "Fami Bisyauqin"  namun baru beberapa bulan ini memahami apa maksudnya.

Alhamdulillah, Allah memberikan jalan dan kemudahan bagi saya untuk mengenal kata ini lebih jauh. Berawal pada saat mengikuti acara wisuda perdana LTA Al-Azhar bulan ramadhan 1434 H lalu di Ruang Utama Masjid Al-Azhar, Jakarta. Ketika itu, setiap peserta wisuda disamping mendapat ijazah, masing-masing juga mendapat oleh-oleh berupa mushaf "Fami Bisyauqin" yang diserahkan langsung oleh Ketua LTA Al-Azhar, Ust. Achmad Chatib.



Public Speaking : 4 Hal Yang Harus Dilatih

Assalamu'alaikum Sahabat,

Hari Jum'at 28 Februari 2014, saya berkunjung ke Arena Islamic Book Fair 2014, Istora Senayan. Kunjungan pertama adalah pada hari pembukaan, bermaksud mengikuti acara pembukaannya. Namun apa daya, kesalahan memilih moda transportasi membuat sangat telat sampai di Istora, sebagai ganti hari pertama saya manfaatkan buat wisata saja di IBF 2014.

Sumber : islamic-bookfair.com

Ruang Anggrek adalah tujuan paling menarik bagi saya hari itu. Di sana digelar pameran pedang nabi, ada replika Pedang dan peninggalan Rasulullah Shalallahualaihi wa salam dan Para Sahabat Beliau Rahimahumullah, saya melihat satu persatu dari 35 replika dari  Museum Topkapi, Istambul, Turki. Alhamdulillah saya tidak perlu jauh-jauh ke Turki. Pedang yang dipamerkan sangat mengagumkan, dilengkapi dengan keterangan singkat yang menambah wawasan. Ada juga diantaranya terpajang Tongkat Nabi Musa dan Pedang Nabi Daud Alaihissalam. Sayangnya, saya tidak punya gadget berkamera bagus untuk mengabadikan momen ini.


10 Februari 2014

Tahsin Metode Syabana





Assalamu'alaikum, Sahabat.
Alhamdulillah, beberapa video seri belajar Seni Tilawah Al-Qur'an telah ditampilkan dalam blog ini, video-video tersebut adalah pelajaran tingkat lanjut bagi yang ingin menguasai teknik membaca Al-Qur'an secara mujawwad dengan mengenal tingkatan nada/irama dan menerapkannya sesuai dengan konteks ayat, bacaan tilawah seperti ini sering kita dengar pada event-event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) maupun pada acara-acara di TV atau acara resmi keagamaan umat muslim. Sampai saat ini video yang saya tampilkan pada Channel pribadi di Youtube setiap hari Alhamdulillah tidak kurang dari 350 sampai 400 kunjungan atau sekitar 10.500 lebih kunjungan perbulannya. Hal ini menandakan sangat banyak yang berminat untuk mempelajarinya. Subhanallah wal hamdulillah ... menemukan salah satu cara mudah beramal. :)


09 Februari 2014

HIkmah Seputar Pengangkatan Thalut Menjadi Raja

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, Membaca kisah yang tertulis dalam Al-Qur'an selalu menyenangkan karena selain terbuai dengan gaya bahasa penuturan, alur kisahnya juga selalu ada ibrah yang didapat setelah membacanya. Apalagi waktu membaca ditemani oleh kitab tafsir yang memberikan penjelasan lebih detail berkaitan dengan hal-hal yang tersirat dalam ayat, asbab an nuzul -nya, munasabahnya dengan ayat-ayat lain serta hadist-hadist yang berhubungannya, sehingga bisa menambah khasanah pemahaman kita.

Salah satu kisah yang bisa kita temukan dalam Al-Qur'an adalah kisah pengangkatan Thalut sebagai Raja dari Bani Israil setelah zamannya Nabi Musa 'Alaihissalam.

Pada zaman itu, Bani Israil mengalami kemunduran (krisis) karena banyaknya yang terbunuh dalam peperangan besar, mereka terusir dari kampung halamannya, yang lebih parah adalah ketiadaan Raja dan hampir terputusnya silsilah kenabian (nubuwah) karena habisnya anak keturunan Laawi yang darinya muncul para nabi.  Sampai akhirnya Allah SWT mendengar do'a mereka dengan mengutus Nabi Syamuel a.s untuk berdakwah di antara mereka dan merekomendasikan pengangkatan Thalut sebagai raja.


17 Januari 2014

Ibadah Puasa, Sistem Imun dan Tips

Assalamu'alaikum Sahabat,

Bacaan hari ini usai sholat Jum'at sangat menarik untuk di share agar manfaatnya dirasakan bersama. Sesuai dengan judul, tulisan ini mengangkat efek positif Ibadah Puasa terhadap peningkatan kinerja sistem kekebalan tubuh (imun) dan pada bagian akhir ditampilkan tips menjalani hari dengan Ibadah Puasa (Saum). Berikut kutipannya :

Ibadah Puasa, khususnya pada bulan Ramadhan, dapat menjadi metode yang sangat efektif untuk memaksimalkan kinerja sistem imun dan sistem endoktrin manusia, lebih-lebih apabila dijalankan dengan niat yang kuat, keikhlasan yang tinggi, dan disertai pengaturan pola hidup yang berkesinambungan. Adapun mekanisme peran positif ibadah puasa terhadap profil imunologi dan endokrinologi seseorang dapat dilihat dari :


15 November 2013

Nasyid : Man Anzalal Amthaara

Assalamu'alaikum Sabahat,

Mengawali aktifitas menulis setelah sekian lama rehat, saya ingin membagi sebuah lirik nasyid.
Ketertarikan saya dengan nasyid ini berawal dari ketidaksengajaan menemukan potongan kata sekaligus judul nasyid ini, sewaktu memeriksa berkas-berkas lama dalam harddisk yang baru saja sembuh dari error. Tidak ingat sejak kapan dan kenapa file ini ada dalam harddisk dan hanya dengan nama file "key" saja.
Sumber : google.com

Seperti tertulis pada judul postingan ini, judul nasyid dalam teks bahasa arab kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira ya seperti ini >> Siapa Yang Menurunkan Hujan.
Tergelitik dengan dua bait syair saat menemukannya,


من انزل الامطار وفجر الانهار

وانبت الازهار تزخرف الجبال


09 Juli 2013

Mereka yang Beriman kepada Al-Quran

Assalamu'alaikum Sahabat,

Alhamdulillah, kita dipertemukan dengan bulan Ramadhan 1434 H dengan izin Allah Azza wa Jalla,  bulan yang di dalamnya diturunkan AlQur'an Al Karim  sebagai petunjuk bagi manusia (QS. Al-Baqarah : 185) dan sumber hukum, pengetahuan bagi kaum muslimin yang beriman dan bertaqwa. Tidaklah lengkap  disebut beriman bila kita menafikan salah satu rukun iman yakni "beriman akan kitab-kitab Allah" (QS. Al-Baqarah : 4) . Al-Quran adalah kitab terakhir  yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala melengkapi kitab-kitab sebelumnya, di dalamnya banyak terdapat pelajaran dan hikmah sebagai tuntunan yang haq.

Apakah kita sudah mengimani Al-Qur'an ? Salah satu ciri-ciri orang yang beriman terhadap Al-Qur'an adalah "membaca dengan bacaan yang benar" sebagaimana firman Allah SWT :


Terjemahannya :
Orang-orang yang Kami datangkan al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan sebenar-benar bacaan, mereka itulah yang beriman kepadanya dan barangsiapa yang mengingkarinya maka mereka termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-Baqarah : 121)

Sahabat,
Memperbanyak membaca (Tilawah)  Al-Quran sangat dianjurkan setiap saat di bulan Ramadhan, kita menyaksikan dan mengikuti majelis-majelis tadarus. Marilah kita memanfaatkan momentum Ramadhan kali ini untuk kita melengkapi keimanan kita terhadap Al-Qur'an berusaha membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, sesuai kaidah hukum ilmu tajwid. Mengkhatamkan bacaan 30 Juz dalam satu bulan adalah baik, namun lebih baik bila bacaan tersebut diiringi dengan bacaan yang benar, tidak terburu-buru sehingga merusak makna ayat yang terbaca dan mengurangi kekhusyu'an saat membaca. Membaca dengan penuh khidmad, menyelami dan memahami makna setiap ayat agar kita mendapat manfaat yang lebih baik.



Download versi MP3 doa ini langsung dari sumbernya.

Sambut Ramadhan Mubarak, Salam Maaf Penuh Ta'Dzim, Wassalam.

20 Juni 2013

Program Tahfidz di Masjid Agung Al-Azhar



Beberapa bulan yang lalu tepatnya akhir Februari 2013. Ketika suatu hari saya singgah untuk menunaikan shalat Jum'at di Masjid Agung Al-Azhar yang berlokasi strategis di Jl. Sisingamangaraja - Jakarta Selatan, waktu itu saya mendapat sebuah brosur di pintu masuk ruang Utama Masjid. Dari brosur saya mendapat informasi menarik tentang pengumuman pembukaan program menghafal Al-Qur'an.

Masjid Agung Al-Azhar Jakarta membuka program menghafal Al-Qur'an dengan nama Lembaga Tahfidz Al-Qur'an (LTA) ini dalam rangka ikut menumbuhkan dan memupuk semangat menghafal Al-Qur'an bagi Masyarakat dan Jamaah Masjid Agung Al-Azhar.

Diharapkan dari program ini LTA dapat menjadi wadah yang tepat bagi umat yang berkeinginan menghafal Al-Qur'an. banyaknya orang yang hafal Al-Qur'an nantinya berarti Insya Allah akan memenuhi kebutuhan imam rawatib yang hafal Al-Qur'an.

Yang menarik dengan LTA bisa menjembatani dan menjadikan Al-Azhar sebagai salah satu pusat kegiatan menghafal Al-Qur'an, bagi Sekolah Al-Azhar khususnya LTA berperan membantu sekolah dalam menangani kurikulum tahfizh.

Program Awal
LTA membuka program khusus menghafal Juz 30 (juz 'amma) dan menghafal Juz 1. Dan diberikan kesempatan bagi santri untuk menghafal surat-surat pilihan atau program hafalan 30 Juz. Menurut bincang-bincang singkat yang saya lakukan bersama sekretaris LTA, Ustadz H. Agus Nur Qowim, SQ, ditargetkan peserta atau santri yang mengikuti program ini Insya Allah akan diwisuda pada Bulan Ramadhan 1434 H.

Tilawah Al-Qur'an oleh Ust. Muchtar Ibnu, Soft Launching Program LTA- MAA

Merasakan Manfaat Belajar Nagham



Assalamu’alaikum Sahabat,
Subhanallah Wa lhamdulillah, pada hari ahad kemaren tanggal 16 Juni 2013 lalu, saya  akhirnya menunaikan amanah di acara akad nikah Sahabat baik saya di Milis KCB dan Matasinema, Aji Nur Hakim dan Istri beliau Anggi. Barakallahulakuma (Semoga Allah memberkahi kalian berdua) dan menghimpun kalian berdua duhai sahabat dgn naungan ridho Allah mengharungi kehidupan dalam keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Insya Allah dengan tetap dalam ridho Allah, akan dikarunia-Nya dengan keturunan yang shaleh dan shalehah. 

Dua minggu sebelum hari H, saya mendapat “undangan khusus” menghadiri acara beliau. Undangan khusus ini karena saya diminta menghadiri akad nikah, bukan hanya resepsi. Dan kehadiran di prosesi akad nikah saya didaulat sebagai “Qori”. Terimakasih sahabatku, saya sangat tersajung dengan kesempatan ini.
Alhamdulillah, amanah sudah tertunaikan dengan baik. walaupun pada awalnya saya sempat sangat khawatir  sebab 4 jam sebelum acara batuk dan flu belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda hal ini membuat suara saya menjadi serak dan kedengaran sengak. Tentu saja saya berusaha mencari alternatif solusi mengatasi lebih cepat. Salah satu cara adalah banyak minum air putih, dan air putih saya bawa dari rumah Alhamdulillah sangat membantu, istirahat ba’da Shalat Zuhur di Masjid UI Salemba. dalam upaya mengatur ritme  nafas juga membantu karena paling tidak mengurangi kecemasan khawatir terlambat sampai lokasi akad. Namun yang tidak kalah penting  adalah doa yang selalu terucap agar diberi kemudahan oleh-Nya. Oiya, testing suara dengan menjadi Muadzin saat shalat Ashar juga upaya saya untuk mengukur sejauh mana tinggi nada yang bisa saya bawakan nantinya. Smile

Hal lain yang mengharukan pada hari ini setelah akad nikah yang dilanjutkan dengan resepsi adalah mempertemukan kami dengan sahabat-sahabat milis KCB dan Matasinema, Ustadz Yulius, Bang Badrian dan sahabat beliau dari Inframe.

Sahabat yang baik,
Ternyata, saya baru menyadari bahwa ini merupakan salah satu hikmah yang saya peroleh setelah belajar Seni Tilawah Al-Qur’an atau “Qiro’at” (istilah pengujung blog saya), Selain membuat kita selalu termotivasi membaca Al-Qur’an dan meningkatkan kemampuan lisan kita terhadap perbaikan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sangat membantu mempermudah belajar murattal/tartil, ikut mensyiarkan Islam, kita juga bisa ikut berpartisipasi aktif dalam acara-acara penuh hikmat seperti akad nikah dan acara resmi lainnya.

Sahabat,
Pada tulisan sebelum ini pernah ditampilkan beberapa artikel bimbingan tilawatil qur’an. artikel tersebut sebagian dilengkapi dengan video yang saya compile sendiri dan Alhamdulillah juga tersedia di Youtube. Video terakhir yang sudah diupload berhubungan dengan bimbingan seni tilawatil quran atau nagham atau maqamat atau taranum ini bisa dilihat pada tampilan berikut :
Praktek Bimbingan Seni Tilawah

Video ini  menampilkan bagaimana menerapkan nada-nada yang sudah dipelajari dari tausyih mulai dari jenis lagu pertama, maqam bayati sampai lagu terakhir, maqam jiharaka. Untuk mengetahui detail masing-masing tingkatan silahkan dikunjungi video sebelumnya diantaranya :

Bimbingan part 1 : http://goo.gl/kf4VD
Bimbingan part 2 : http://goo.gl/TBtKX
Bimbingan part 3 : http://goo.gl/DleXP
Bimbingan part 4 : (sdg diusahakan)
Bimbingan part 5 : (sdg diusahakan)
Bimbingan part 6 : (sdg diusahakan)
Praktek 4            : http://goo.gl/SYFdr

Bimbingan part 7 : http://goo.gl/zrJHR

Saat mengkompilasi video ini, saya sendiri banyak terbantu mendapatkan tambahan koleksi, wawasan serta menjadi bahan latihan. Sahabat pun juga bisa ikut belajar dari kompilasi video yang saya tampilkan tersebut. semoga bermanfaat.

Wassalam

22 April 2013

Doa Hari ini : Mohon Rahmat dan Ampunan Allah

Bismillahirrahmanirrahim
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي
ظُلْماً كَثِيراً وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ. فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً
مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsiiran, wala yagfiruz zunuba illa anta, faghfirli maghfiratan min 'indika war Hamni, innaka antal ghafuurur raHiim

Terjemahannya :
Yaa Allah, sesungguhnya aku telah zalim pada diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuniku kecuali Engkau, Maka ampunilah aku dengan pengampunan dari sisiMu dan beri rahmatlah dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (HR. Bukhari, 6181, Muslim, 6819)

27 Maret 2013

Koleksi Video Bimbingan Tilawah Terbaru



Assalamu'alaikum wr. wb.

Sahabat,
Postingan ini adalah untuk merespon beberapa komentar pengunjung yang datang ke channel youtube milik penulis, pengunjung yang langsung ke blog sederhana ini, sekaligus untuk menyediakan konten tambahan yang selama ini ternyata setelah  melihat statistik kunjungan yang masuk menjadi salah satu konten yang paling banyak dicari oleh pengujung yang mampir ke sini melalui rekomendasi google.com, kata kunci pencarian (keyword) yang sering digunakan seperti Tausyih Lagu Al-Quran, Bimbingan Tilawah Al-Qur'an, bahkan banyak juga dari nama  lagu-lagu seni baca Al-Quran.

Top 5 Artikel yang paling banyak dicari dan dibaca

18 Maret 2013

Kerajaan, Kekuasaan dan Kemuliaan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah Washalatu wasalamu 'ala Rasulillah

Sahabat,
Ketika kita membaca sesuatu lalu mendapatkan sebuah kesimpulan dari yang kita baca, dan  kesimpulan yang kita dapatkan kemudian bisa memberikan inspirasi positif bagi kita untuk bisa menjadi lebih baik, tentulah kita merasa termasuk pembaca yang beruntung karena mendapat hikmah dari kegiatan membaca yang  kita lakukan itu.
Salah satu bacaan yang sarat hikmah dan hidayah bagi saya adalah  Al-Qur'an Al-Karim. Sungguh, kitab yang agung ini benar-benar perkataan Yang Maha Agung, Yang Maha Tinggi Kekuasaannya, Yang Maha Mulia Kedudukannya.

Sahabat,
Kali ini Saya hanya mengajak, marilah sejenak kita luangkan waktu untuk membaca sebuah surat dalam Al-Qur'an yang berbicara tentang "Kerajaan" yakni Surat Al-Mulk, Awal Juz ke-29 yang menggetarkan jiwa.
Setelah membaca dengan khusyu' cobalah dengar dengan seksama lantunan Surat Al-Mulk ini dan ilustrasinya  melaui video  berikut yang dibawakan dengan sangat indah oleh Syaikh Anas Al Emadi, Insya Allah bersama kita mendapat hikmahnya.

Sumber video : youtube.com

"Kerajaan  Allah Tabaraka Wa Ta'ala meliputi alam semesta beserta isinya, Dia-lah Yang Maha Mulia dan dengan Kekuasaan-Nya, semua tunduk atas aturan-Nya, semua mudah bagi-Nya. Dia memberikan kemuliaan kepada siapa Yang Dikehendaki, pun memberikan kehinaan kepada yang Dikehendaki-Nya. Maka harapkanlah kemuliaan yang datang dari pada-Nya"

لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم
La Haula Wala Quwwata illa biLLahil 'Aliyyil 'Adziim

"Apakah pantas kita berbangga diri  atau sombong dengan secuil kekuasaan yang kita dapatkan di dunia?"

Wassalam.

09 Maret 2013

Wajah Ahli Syurga


Assalamu’alaikum wr wb.
Sahabat, pada artikel sebelumnya sudah ditampilkan informasi Al-Qur’an tentang wajah-wajah Ahli Neraka yang dirundung kekecewaan yang sangat berat karena mereka sudah mengetahui bahwa peringatan akan pembalasan dari sebab kekafiran mereka yang telah disampaikan melalui Para Rasul-rasul Allah ketika masih di dunia akan segera berlaku bagi mereka.
Apa yang mereka katakan saking kecewanya, bisa kita baca informasinya dalam QS. An-Naba’ : 42  “ Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, dan orang kafir berkata : duhai alangkah baiknya seandainya dulu aku jadi tanah”
Berkebalikan dengan keadaan Ahli Neraka, orang-orang dengan timbangan kebaikannya lebih banyak, mendapat ganjaran Syurga, mereka bergembira dengan wajah yang berseri-seri merasakan kenikmatan syurga sebagai balasan dari amal shaleh semasa di dunia. Inforamasi Al-Qur’an tentang wajah Ahli syurga adalah :

04 Maret 2013

Wajah-wajah Ahli Neraka

Sahabat, pernahkah kita memperhatikan wajah seorang teman yang sedang mengalami kekecewaan berat. Apa yang kita rasakan ketika melihat wajah mereka yang bermuram durja? Tentulah akan timbul simpati yang mendalam dan belas kasihan pada teman tersebut, ingin sekali kita ambil bagian dalam menghilangkan kekecewaan yang dirasakannya , agar wajahnya bisa berseri kembali.
Di akhirat kelak, menurut informasi dalam Al-Qur’an akan ada wajah-wajah yang penuh kekecewaan yang digambarkan untuk wajah Ahlul Naar dan wajah-wajah yang riang berseri-seri yang digambarkan untuk Ahlul Jannah.
Inilah informasi-informasi yang bisa kita baca dalam Al-Qur’an tentang wajah-wajah ahli neraka adalah  :

1. Wajah yang menghitam  (مُسْوَدَّةٌ / Muswaddah)

QS. Az-Zumar : 60
Terjemahannya :
Dan pada hari Kiamat, engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka jahannam itu tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri?

02 Maret 2013

Lirik Lagu Tema Islamic Book Fair 2013

Seyogyanya hari ini adalah jadwal setoran hafalan di Masjid Agung Al-Azhar, setelah shalat Jum'at saya sengaja menunggu jawaban SMS dari Ustadz Pembimbing. Jawaban SMS tidak kunjung datang, Saya ambil positifnya, kemungkinan pengurus sedang menyiapkan segala sesuatunya agar menjadi lebih matang dan lancar. Sebelumnya saya memang diberitahu bahwa kami akan dikumpulkan untuk mendapat pengarahan dari pengurus dan pembimbing program Tahfidz.

Untuk mengisi kekosongan jadwal, saya langsung mengalihkan agenda ke arena Islamic Book Fair ke-12 di Istora Senayan. Kebetulan sekali hari ini adalah hari pembukaannya. Saya sampai di lokasi sepuluh menit lebih awal sebelum acara resmi pembukaan ajang ini. Menjadi sedikit relevan rasanya, karena selain tema yang sesuai juga pada rangkaian acara hari ini saya menjadi salah seorang audien dari beda buku "The Great Al Qur'an" dengan narasumber Ust. Attabiq Luthfi, Ust. Hidayat Nur Wahid dan Ust yang satu lagi yang nama beliau,  lupa  saya mengingatnya.

11 Februari 2013

Doa Hari InI : Memohon Keridhoan Allah SWT

Doa Pertama
اللَّـهُمَّ ارِضَى عَـنَّا وَرْزُقْـنَا حَـيَاةً طَـيِّـبَـة

Allaahumma ridhaa 'anna, war zuqnaa hayaatan thaiyyibah

Terjemahannya :

Yaa Allah, kami memohon keridhaan dari pada-Mu, dan karuniakanlah kepada kami kehidupan yang baik.
Doa Kedua

16 Januari 2013

Kitab Karya Ulama : Mukhtashar Al-Fiqh Al-Islamiy

Mendung di pagi ini dan berita banjir di berbagai kawasan Jakarta dan Bekasi yang sejak semalam menjadi trend informasi di ranah online, menguatkan niat untuk mengurangi aktifitas ke luar rumah. Seperti biasa, saat di rumah, memanfaatkan waktu untuk Thalabul 'Ilmi adalah pilihan yang tepat. Ilmu akan datang lebih cepat bila kita menghampirinya dengan suka cita penuh keikhlasan. Salah satu cara menghampiri 'Ilmu dengan lebih dekat adalah Membaca, inilah yang diajarkan oleh Allah 'Azza wa Jalla dalam Al-Qur'an (IQRA').
Membaca kitab-kitab karya 'Ulama-'ulama tawadhu' terdahulu dapat memberi manfaat yang sangat luar biasa. Disamping penulisan, penyampaian yang ikhlas berbagi mewariskan agama juga sarat dengan 'ilmu dan hikmah. Dengan bekal kemampua bahasa 'Arab Insya Allah, kita dapat mendekati dan menyerap ilmu dari mereka melalui ribuan kitab yang diwaririskan.
Bila ingin membaca kitab fiqih, ada sebuah kitab yang bisa kita pilih yakni Kitab Mukhtashar Al-Fiqh Al-Islamiy karya muallif محمد بن إبراهيم بن عبدالله التويجري / Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah Tawjriy semoga Allah SWT senantiasa merahmati beliau, merupakan kitab fiqih yang ringkas dan mudah dicerna sesuai dengan judulnya "Mukhtashar", dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan "Ikhtisar" atau ringkasan.
Cover Klasik, sumber : google.com
Karena mudah dan ringkas, kitab ini menjadi bahan bacaan kami ketika mengikuti pelajaran bahasa 'Arab di Lughatuna Institute beberapa tahun silam. Kitab ini dipilih oleh Ustadz dengan beberapa alasan, yang pertama tentu dengan kemudahan untuk dibaca karena keringkasannya, yang kedua adalah kosa kata yang ada dalam kitab fiqih pada umumnya sudah banyak yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari sehingga waktu untuk memahami sebuah kata bisa lebih cepat dan kita bisa fokus pada kaidah Nahwu Sharfnya saja. Selain itu, gaya penulisan kitab ini agak berbeda dengan kitab lain yang cenderung rapat dan kecil, sedangkan kitab ini sebaliknya.
Kitab ini bagus sekali digunakan sebagai bahan latihan untuk menentukan, menuliskan syakl/harakat huruf dan 'irab kata saat berada dalam kalimat. Tentu saja lebih jauh manfaatnya dapat diraih adalah ketika kita memahami isi kitab ini, karena membahas  ilmu fiqih, salah satu cabang ilmu yang sangat penting dalam berislam.  Silakan mengunduh  softcopy kitabnya di sini.

Cover Baru, sumber : google.com
Berbeda dengan kitab-kitab lain yang berjilid-jilid, kitab ini hanya satu jilid saja dan hanya setebal 1060-an halaman.
Ada sepuluh bab fiqih yang dibahas dalam kitab dengan judul asli


  •  
  • مختصر الفقه الإسلامي في ضوء القرآن والسنة 
  • ini yakni : At-Tauhid wal Iman, Fiqhul Qur'an was shunnah, Al-Ibadaat, Mu'amalaat, Kitaabun Nikah, Kitaabul Faraaidh, Kitaabul Qishash wal Huduud, Kitaabul Qadha', Kitaabul Jihad Fii Sabilillah, Ad Da'wah ilallah.
    Masing-masing bab tersebut di rinci lagi dengan beberapa sub bab. Ketika belajar dulu, kami memulai dari Bab Ibadaat tentang Thaharah dan Shalat, terang saja hal ini jadi sangat membantu dan memudahkan.
    Pada bagian pengantar kitab ini disebutkan dengan indah maksud dari penulisan kitab yang akan dicapai dari membacanya,

    وهذا الكتاب المقسود منه معرفة الرب المعبود, وبيان أحكام الدين, وترغيب الناس في لزوم الصراط المستقيم
    Maksud dari kitab ini agar kita mengenal Rabb, penjelasan hukum-hukum agama dan kebutuhan manusia agar tetap menapaki jalan yang lurus.

    Nas alullahu an yanfa'u bihi. Wahuwa waliyyut taufiq. Wassalam.

    29 Desember 2012

    Shalat Jumat : Anak-anak Berisik, Bagaimana Solusinya ?

    Assalamu'alaikum Wr Wb.

    Kemaren siang waktu Jum'at saya memilih lebih cepat satu jam masuk Masjid di komplek sebelah. Ketika saya masuk, baru ada 2-3 jamaah yang sudah di dalam Masjid. Setengah jam kemudian Masjid sudah terisi penuh.
    sumber : adicita.com

    Menjelang Adzan berkumandang di Masjid ini ada kebiasaan atau tradisi yang saya pandang harus di evaluasi. Yaitu efektifitas tugas Bilal dan pesan yang disampaikannya.

    Sebagai Masjid yang sedang melakukan tambahan pembangunan, laporan keuangan oleh pengurus biasanya mengawali sambutan, Namum pada hari ini hanya diisi oleh permintaan maaf oleh Imam Masjid terhadap protes orang tua yang tersinggung dengan pernyataan Imam yang memberikan teguran kepada anak-anak yang selalu berisik saat prosesi Shalat Jum'at berlangsung. Memang setiap kali saya ikut Shalat Jum'at di Masjid ini, hampir tidak pernah absen saya mendengar teguran bernada keras dari beliau. "Anak-anak kami yang di belakang, silakan tenang dan diam, kalau tidak bisa diam kalian pulang saja", begitulah kalimat yang sering saya dengar.

    Rupanya ada sebagian orang tua yang tersinggung dengan kalimat tersebut. Sehingga Sang Imam Masjid harus meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa kalimat seperti itu hanya gertakan saja, "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, Saya sebenarnya tidak sampai hati mengusir mereka, bagaimanapun marilah kita sama-sama mendidik dan memberikan pengertian kepada mereka anak-anak kita". Kata beliau. Sejujurnya, saya sendiri juga mengalamai bagaimana ketidaknyamanan dengan suara gaduh yang mereka hasilkan dari cengkrama yang berlebihan di belakang. Teguran biasanya sebelum khatib naik mimbar, saat khatib berkhutbah malah makin menjadi dan tidak bisa dicegah.

    Berkaitan dengan hal ini, seperti yang saya sebutkan di atas bahwa ada hal yang sangat perlu di evaluasi. Di Masjid ini ada sebuah kebiasaan selain Adzan dikumandangkan dua kali, juga sebelum khatib naik mimbar ada seorang bilal yang bertugas selalu mengingatkan kaum muslimin dengan membaca sepotong hadist yang saya tangkap seperti ini :

    Yaa ma'asyiral muslimun
    عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :  إذا قلت لصاحبك والإمام يخطب يوم الجمعة أنصت فقد لغوت 
    'an  abi hurairata  annan nabiyy shallallahu 'alaihi wassalam  qaala : idza qultu lishaahibika wal imaamu yakhtubu yaumul jum'ati angshit, faqad laghawt

    Selain itu ada kata-kata , angshituu wasma'u 3x rahimakumullah.... + doa (himbauan ini maksudnya bagus, namun sayangnya orang yang mengerti bahasa arab saja yang bisa menangkap maknanya)

    Hanya potongan hadist itu yang saya ingat,walaupun sebenarnya agak panjang sambungannya. Saya hanya menekankan bagian ini yang harus sama-sama dievaluasi.

    Pertama, pengamatan saya hanya itu-itu saja orang yang ditunjuk sebagai bilal. tampaknya hanya mereka saja yang hafal lafadz yang harus disampaikan sekaligus bisa adzan. Menurut yang saya pahami, karena bukan syarat mutlak ataupun termasuk rukun dalam shalat Jum'at apa salahnya dihilangkan saja atau kalau masih diinginkan tidak ada salahnya diajarkan secara luas, dituliskan dan tempelkan di papan informasi Masjid agar banyak orang bisa hafal sehingga ada regenerasi atau kaderisasi. Jangan sampai suatu saat tidak ada yang berani maju sebagai bilal sehingga menyebabkan tidak jadi shalat Jum'at atau malah dianggap shalat Jum'at jadi tidak sah. Na'uzubillahi min dzaalik.

    Kedua, selain kaderisasi sebagai bentuk penyegaran dan memberikan kesempatan kepada jamaah, hal ini juga merupakan upaya agar semua mengerti dan paham inti pesan yang disampaikan sehingga semua jamaah merasa ikut bertanggung jawab menciptakan ketenangan dan kesakralan Shalat Jum'at. Selama ini saya lihat apa yang disampaikan bilal belum dipahami  oleh jamaah.

    Ini lah terjemahannya :
    Wahai Jamaah kaum Muslimin,
    Dari Abi Hurairah, Bahwasannya Nabi SAW bersabda : Jika engkau berkata kepada kawanmu “diamlah!”, pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah mengatakan perkataan sia-sia. (HR Bukhari, no. 934; Muslim, no. 851).
    Sia-sia disini maksudnya tidak mendapatkan keutamaan dan keberkahan Jum'at pada hari itu.


    Bila semua orang mengerti dan faham dengan petunjuk ini, saya yakin dan percaya tidak ada lagi orang tua yang merasa tersinggung oleh teguran Imam Masjid terhadap anak-anak yang berisik karena ini tanggung jawab bersama agar ketenangan, kenyamanan dan kekhusyuan Jum'at bisa terjaga.
    Menurut saya, mereka harus diberi pengertian oleh orang tuanya dari rumah. Di banyak Masjid beberapa tempat lain yang sering saya singgahi malah jarang bahkan tidak ada teguran, anak-anak pun mengikuti shalat Jum'at dengan tenang.

    Lalu, Bagaimana pendapat pembaca ?

    Tentang berbicara saat Imam Berkhutbah bisa juga dibaca di sini  atau di sini