Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin kama shallaita 'ala Ibraahim wa 'ala ali Ibraahim...
Alloohumma baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin, kamaa barokta ‘ala ali Ibroohiima innaka hamiidummajiidun



Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin kama shallaita 'ala Ibraahim wa 'ala ali Ibraahim...
Alloohumma baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin, kamaa barokta ‘ala ali Ibroohiima innaka hamiidummajiidun
![]() |
| Screenshoot Statistik Kunjungan (lima besar) |
![]() |
| QS. Ali Imran : 103 |
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
"Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari beban hutang dan kesewenang-wenangan orang lain"
"Hati yang resah, gelisah, hati yang merasa sakit, hati yang tergores dan luka, hati yang marah, iri, dengki, lelah, lunglai seolah tanpa sinar dan energi, adalah hati yang sedang mengalami sesuatu. Hati memang bagi perahu. Bila perahu itu terlalu banyak muatan dan berlobang, akan tenggelamlah ia. Begitu pula hati manusia, Bila dimuati banyak dosa, noda, bercak, akan tenggelamlah dirinya sebagai manusia. "
![]() |
| Ilustrasi, Source : Google.com |
Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat, memakmurkan Masjid berarti memakmurkan Jamaah dan orang disekitar Masjid.
وَأَنَّ الْـمَسَاجِدَ لِلهِ فَـلاَ تَدْ عُوْا مَعَ اللهِ أَحَــدًا | من سورة الجن : 18
Terjemahannya :
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. (QS. Al-Jinn [72] : 18)
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ الله مَنْ ءَامَنَ بَاللهِ وَالْيَوْمِ الاَخِرِ وَاَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلاَّ الله فَعَسَى اُولَئِكَ اَنْ يَكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ من سورة التوباة : 18
Terjemahannya :
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)
(( مَنْ بَنَى مَسْجِداً يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ )) وفي رواية لمسلم: (( بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ )).
“Barangsiapa membangun masjid –karena mengharap wajah Allah- maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam syurga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafal: “rumah di dalam syurga.”
Keutamaan tersebut di atas hanya bisa dicapai dengan ikhlas semata-mata karena Allah, mengharap wajah Allah sebagaimana teks hadits. Meskipun masjid yang dibangun itu berukuran kecil.
Dalam hadits yang lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى ِللهِ مَسْجِداً وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun sebuah masjid karena/untuk Allah walau seukuran sarang (kandang) burung atau lebih kecil dari itu, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di dalam syurga.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 6128).
Adapun bila seseorang membangun masjid dengan tujuan ingin dipuji oleh manusia atau hanya untuk berbangga-banggaan semata maka ia tidak akan memperoleh keutamaan ini. Dan jika hal ini merajalela di tengah-tengah manusia maka itu salah satu pertanda dekatnya hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا تقوم الساعة حتى يتباهى الناس في المساجد
“Tidaklah kiamat akan tegak sehingga manusia berbangga-banggaan dalam (membangun) masjid-masjid.” (HR. Ahmad, Abu Daud Ibnu Majah dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 7421)
Tidak seperti tahun lalu, aktifitas ramadhan hanya bisa saya lakukan di beberapa Masjid di sekitar tempat tinggal. Entah kenapa, Insya Allah bila mempunyai kesempatan pada Ramadhan kali ini saya sangat tertarik untuk berkunjung, bersafari ke beberapa Masjid setiap harinya. Maksud hati ingin mencoba mempelajari bagaimana bentuk pengelolaan Masjid yang baik sesuai dengan kultur dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Walaupun secara teoritis saya belum pernah mengikuti pelatihan-pelatihan resmi tentang pengelolaan Masjid, semoga dengan pengalaman langsung ini dapat memetik pelajaran yang berharga tanpa mengurangi maksud dan kekhusyu’an ibadah Ramadhan.
Secara pribadi saya sudah menetapkan standar pengamatan dan penilaian untuk memudahkan pengamatan atau observasi di lapangan. Secara penilaian berturut-turut dari yang belum baik sampai yang sangat baik saya memberikan nilai berupa bintang dari 1 (satu) bintang sampai 10 (sepuluh) bintang. Parameter-parameter yang menjadi objek pengamatan berupa hal-hal sebagai berikut :
- Shalat Fardhu Berjamaah
- Shalat Qiyamullail
- Tadarrus dan Taklimul Quran
- Qultum / Ceramah
- Berbuka Bersama
- I’Tikaf (10 Terakhir Ramadhan)
Tidak ada metode khusus yang diterapkan dalam hal ini, hanya berusaha secara maksimal agar parameter-parameter tersebut di atas cukup terpenuhi dalam hal observasinya. Memang secara ideal observasi dilakukan selama rentang waktu tertentu bila ingin mendapatkan data yang lebih akurat, hal ini dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang tentunya. Dalam observasi kali ini rencananya saya berkunjung sebagai Jamaah Masjid sebagaimana biasanya dan sedapat mungkin berdiskusi dengan Jamaah atau Takmir Masjid untuk mendapatkan data tambahan. Saya berharap pada aktifitas Masjid selama Ramadhan dapat tergambar semua parameter yang saya amati.
Mumpung Ramadhan beberapa jam lagi, Niat sudah matang, tekad sudah kuat, sekarang berharap dan berdoa semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam usaha ini dan tidak ada halangan yang berarti.
Sebagai objek acuan saya akan menjadikan beberapa Masjid sebagai tolok ukur :
- Masjid Istiqlal Jakarta Pusat
- Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta
- Masjid At-Tin, Pondok Gede Jakarta
- Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan
- Masjid Al-Latif, Pasar Raya Grande Blok M
- Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi
- Masjid Al-Azhar, Jakasampurna Bekasi
- Masjid Dian Al-Mahri / Kubah Mas, Depok.
- Masjid Al-Ikhlas Jatipadang (Masjid Pertama dengan ISO 9001 : 2008)
- Masjid Baitul Mustafa (Kawasan Industri MM2100)
- Masjid Baitul Ihsan, Komplek Bank Indonesia.
- Dan Insya Allah Masjid lain di area Jabodetabek sesuai rekomendasi yang ditemui dilapangan.
b
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ و.و
Menurut tuntunan Rasulullah صلى الله عليه وسلم
1. Berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya’ (pamer), sum’ah (publikasi) atau ikut-ikutan. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غُفر له ما تقدم من ذنبه ) رواه الشيخان
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membiasakan diri bertaqwa kepada Allah SWT dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كُتِبَ عَلَى الذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)
3. Menjauhi sifat dan sikap yang diharamkan oleh Allah SWT yakni:
berbohong, mencela, mencaci, menipu, berkhianat, melihat sesuatu yang haram, seperti melihat lawan jenis yang bukan mahramnya, mendengarkan hal yang haram, gibah, dll.Rasulullah SAW bersabda :
Barangsiapa tidak bisa meninggalkan ucapan kotor dan dusta, maka Allah tidak butuh akan amalan (puasanya di mana) dia meninggalkan makanan dan minumannya. (HR. Al-Bukhari)
أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلا يَرْفُثْ ، وَلا يَسْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ "
Dari Abu Hurairahd , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan gaduh. Jika seseorang memakinya atau memusuhinya, hendaklah ia berkata : Saya sedang berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an
Allah Azza Wa Jalla berfirman :
ان الذين يتلون كتاب الله وأقاموا الصلاة وأنفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور, ليوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله أنه غفور شكور . سورة فاطر : 29-30
Terjemahannya :
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (QS. Faatir : 29-30)
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 121 :
الَّذِينَ آَتَيْنَا هُمُ الْكِتَابَ يَتْلُو نَهُ حَقَّ تِلاَ وَ تِهِ أُولَئِكَ يُؤْ مِنُونَبِهِ وَ مَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُو لَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Terjemahannya :
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Baqarah : 121)
Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتابِ اللهِ تعالى فَلَهُ حَسَنَةٌ, و الحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثالِها. لاَ أَقُوْلُ: ألم~ حَرْفٌ. لَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ, و لامٌ حرف, و مِيْمٌ حرف.
Terjemahannya :
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alqur’an) maka baginya satu kebajikan, dan satu kebajikan digandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim itu satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” HR. At-Turmudzi
5. Menghidupkan Qiyamullail atau Qiyam Ramadhan, dan amal-amal sunnah pada umumnya.
6. Memperbanyak sedekah, amal kebaikan, membantu saudara sesama Muslim, dll. Nabi SAW bersabda :
Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan di bulan Ramadhan. (HR. al-Bukhari)
7. Makan sahur dan mengakhirkannya hingga seukuran membaca 50 ayat al-Qur’an (kurang lebih 15 hingga 25 menit) menjelang adzan Shubuh. Nabi SAW bersabda,
Makan sahurlah kalian, karena di dalam sahur itu ada barakah. (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Bersegeralah berbuka puasa apabila matahari telah terbenam, dan usahakan dengan kurma atau dengan air putih, Rasulullah SAW bersabda :
Manusia masih senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahur. (HR. Bukhari dan Muslim)
فستبق الخيراة
Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1432 H, Semoga kita dapat meraih prediket dan peningkatan TAQWA.
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat beraktivitas. Semoga Allah memberikan karunia & rahmat-Nya kpd kita semua.
Kemarin, 27 Rajab 1432 H, btepatan dgn hari #isra'mi'raj, slh 1 peristiwa penting.
Insya Allah, saya akan kultwit ttg hikmah #isramiraj (baca: isra' mi'raj) bbrp saat lg.
1."Maha Suci Allah, yg tlh mperjalankan hamba-Nya pd suatu mlm dr Masjidil Haram k Masjidil Aqsha.." (17:1) #isramiraj
2."..yg tlh Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kpdnya sbagian dr tanda2 (kebesaran) Kami." (17:1) #isramiraj
3."Sesungguhnya Dia adlh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (17:1) #isramiraj
4.Terdapat 4 pelajaran penting (hikmah) dr peristiwa #isramiraj yg dpt kita ambil.
5.Pertama, peristiwa #isramiraj a mu'jizat terbesar kedua yg diterima Rasulullah saw stlh Al-Quran.
6.Krn itu, kita sikapi dgn iman (keyakinan) bhw peristiwa itu bnr2 terjadi. #isramiraj
7.Apalagi QS 17:1 dimulai dgn kalimat tasbih yg mnunjukkan kekaguman akan peristiwa yg agung. #isramiraj
8.Kedua, kt hrs mperkuat keimanan bhw Allah swt Maha Kuasa u melakukan ap yg dikehendaki-Nya, tmsk memperjlnkn hamba pilihan-Nya. #isramiraj
9."..Dan Allah mnentukan siapa yg dkehendakiNya (u diberi) rahmatNya (kenabian)&Allah mpunyai karunia yg besar." (2:105) #isramiraj
10.Manusia yg dipilih-Nya a manusia yg mmiliki kebersihan hati&pikiran,akhlak mulia,&ksh syg kpd sesama. #isramiraj
11.Para Nabi&Rasul Allah, semuanya memiliki sifat & karakter tsb. #isramiraj
12.Ketiga, peristiwa #isramiraj tjadi pd malam hari yg berarti kekhusyuan, kesyahduan, & ketenangan hati.
13.Byk ibadah yg diperintahkan dilakukan pd malam hari spt shalat witir, tahajjud, tarawih, dll. #isramiraj
14."Dan pd sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah km sbg suatu ibadah tmbhn bagimu.." (17:79) #isramiraj
15."..mudah2an Tuhan-mu mengangkat kamu k tempat yg terpuji." (17:79) #isramiraj
16."Sesungguhnya bangun d waktu mlm hari a lbh tepat (u khusyuk) & bacaan di wktu itu lbh berkesan." (73:6) #isramiraj
17.Keempat, masjid mrpkn sumber kebaikan & kebangkitan umat. #isramiraj
18.Allah memerintahkan u memakmurkan masjid dgn kegiatan yg bermanfaat. #isramiraj
19."Hanyalah yg memakmurkan masjid2 Allah ialah org2 yg beriman kpd Allah d hari kemudian.." (9:18) #isramiraj
20."..serta ttp mndirikan shalat,mnunaikan zakat,&tdk takut (kpd siapapun) slain kpd Allah.." (9:18) #isramiraj
21."Maka mrklah org2 yg diharapkn tmsk golongan org2 yg mendapat petunjuk." (9:18) #isramiraj
22.Pelajaran terakhir, shalat 5 waktu a slh satu hasil dr mi'raj Rasulullah saw. #isramiraj
23.Ktinggian derajat ibadah shalat adlh:1.Mi'raj org2 yg beriman, 2.Tiang agama, 3.Pembeda muslim dgn non-muslim.. #isramiraj
24.4.Tempat kita memohon pertolongan kpd Allah swt. #isramiraj
25."Shalat a tiang agama. Brgsiapa yg mengerjakannya dgn baik,mk dia menegakkan agama.." (Al-Hadist)
26."Brg siapa yg meninggalkannya (shalat), mk dia menghancurkan agama." (Al-hadist) #isramiraj
27. "Dan mohonlah pertolongan kpd Allah dgn sabar dan shalat.." (2:45) #isramiraj
28."Dan (shalat) itu sungguh berat,kec bagi orang2 yg khusyuk." (2:45) #isramiraj
29.Demikian kultwit hikmah #isramirajsemoga kt dpt mngambil pelajaran. Smga bermanfaat. Amin.
@hafidhuddin, 30 Juni 2011 M