![]() |
| http://lintassahabatalquran.com/ |
15 Maret 2012
Satu Rumah Seorang Hafidz, kenapa tidak..?
06 Maret 2012
Video Bimbingan Tilawah Bagian 2/2
28 Februari 2012
Shalatullahi Wassalam
Allahumma shalli 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammadin kama shallaita 'ala Ibraahim wa 'ala ali Ibraahim...
Alloohumma baarik ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin, kamaa barokta ‘ala ali Ibroohiima innaka hamiidummajiidun
24 Februari 2012
Video Bimbingan Tilawah Edisi 2
![]() |
| Screenshoot Statistik Kunjungan (lima besar) |
05 Februari 2012
Akibat Sifat Ingkar, Kufur dan Sombong Kepada Allah SWT
03 Februari 2012
Apakah Benar Peringatan Maulid Rasulullah SAW Diperintahkan Allah SWT ?
![]() |
| QS. Ali Imran : 103 |
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
22 Desember 2011
Ibu, Nisanmu Terukir Lebih Dulu
Quote :
- Perhitungan telah dekat kepada umat manusia, sementara mereka berpaling dalam kelalaian" (QS. Al Anbiya': 1)
- Rasulullah SAW bersabda: “Sering-seringlah mengingat si Penutup Segala Kelezatan.”
- Sahabat Anas R.A mengatakan bahwa Rasululah SAW bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat mati sebab mengingat mati itu menghapuskan dosa dan mengikis ambisi seseorang terhadap dunia.”
01 Desember 2011
Doa Hari Ini, Do'a Penawar Hati
ِاَللهمَّ إنّى أَعُوْذُُبِكًَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْن وَالبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَال
"Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari beban hutang dan kesewenang-wenangan orang lain"
13 November 2011
Terapi Penyakit Hati, Membacanya dengan Hati
"Hati yang resah, gelisah, hati yang merasa sakit, hati yang tergores dan luka, hati yang marah, iri, dengki, lelah, lunglai seolah tanpa sinar dan energi, adalah hati yang sedang mengalami sesuatu. Hati memang bagi perahu. Bila perahu itu terlalu banyak muatan dan berlobang, akan tenggelamlah ia. Begitu pula hati manusia, Bila dimuati banyak dosa, noda, bercak, akan tenggelamlah dirinya sebagai manusia. "
13 September 2011
Share Video Saja
Movie Maker : Windows Live Movie Maker (Windows 7)
25 Agustus 2011
Selamat Idul Fitri 1432 H
Hari kemenangan akan segera datang, Bulan yang penuh keberkahan akan segera berlalu meninggalkan kita, Hati yang bersih dan jiwa yang suci menyambut hari kemenangan dengan lantunan gema Takbir, Tahmid dan Tasbih dan Hati yang bersih dan jiwa yang suci pun merindukan kedatangan kembalinya Bulan Ramadhan.
Sungguh Beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang mengotori jiwanya. [QS. Asy-Syam : 9-10]
23 Agustus 2011
Fadhilah Membaca Kalimat لا اله الا الله وحده ...
22 Agustus 2011
10 Karakter Negatif Manusia Tersebut dalam Al-Qur’an
![]() |
| Ilustrasi, Source : Google.com |
Alhamdulillah wa syukurillah tanpa terasa sudah di hari yang ke 22 Ramadhan 1432 H, perasaan bercampur antara senang dan sedih. Senang akan kenikmatan ibadah di Bulan penuh berkah ini berbeda dengan Ramadhan-ramadhan sebelumnya, karena di Ramadhan tahun ini beberapa kesempatan sangat baik dan mulya rasanya spesial diberikan oleh Allah SWT. Perasaan sedih karena Ramadhan 1432 H akan segera berlalu, Berharap dengan khusyu’ dan kerendahan diri kepada Sang Maha Pemilik Jiwa ini Semoga dipertemukan kembali dengan Ramadhan 1433 H.
Mengisi sisa-sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi kegiatan tadabbur terus berjalan, Sebagai bagian dari tadabbur Al-Qur’an QS. Azzariyat : 21, Allah berfirman :
Saat ini ane tertarik menuliskan beberapa Sifat Dasar Manusia (*karakter negatif) yang tersebutkan dalam Al-Qur’an. Dengan mengetahui sifat dan kualitas dasar manusia semoga menjadi pelecut semangat agar lebih mempersiapkan diri agar mendapat Bimbingan Allah Azza wa Jalla untuk keluar dari sifat dasar yang buruk (negatif), dibimbingNya menuju sifat penuh kebaikan.
Setidaknya , Ada 10 (sepuluh) sifat dasar (karakter) manusia yang negatif tersebut dalam Al-Qur’anو Marilah kita perhatikan :
1. Karakter (sifat) Pertama adalah : Manusia bersifat Lemah (Dhaif)
Allah Berfirman :
“… Dan manusia dijadikan bersifat lemah..” [QS. An-Nisaa’ : 28]
2. Tidak berterimakasih (جحــــود)
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” [QS. Yunus : 12]
10 Agustus 2011
Tausyih lagu-lagu Tilawah Al-Qur’an
Tausyih lagu-lagu Tilawah Al-Qur’an
كلكسى يولف ديان بن البستان الدين
Bacaan Mujawwad
Tahun 1993 ane bersyukur mengenal lebih dekat salah satu cara membaca Al-Qur’an yaitu dengan bacaan Mujawwad, saat diperkenalkan oleh Buya (Ustadz) Drs. Syamsu Bahri di Mushalla Awaliyah tempat dimana ane mengenal dan belajar Al-Qur’an dari nol persen di bawah bimbingan Buya Pak Murna (Alm. M. Kadir), Buya Syamsu sebagai pelanjut Buya Kadir mengenalkan irama pada surat Al-Hijr. Semoga sahabat ane seperjuangan sepengajian Rudianto, Syafriadi dan yang lain masih hafal.
Buya Syahrimal, BA menambah wawasan ane dengan mengenalkan tingkatan-tingkatan nada dan praktek standar nada pada Surat Maryam.
Setelahnya Bimbingan Ustadz Darul Ulum dari LPTQ Kab. Kerinci atas fasilitas Bapak Drs. Amir Syarifudin (saat itu sbg KUAKEC) memberikan standar surat Al-Mukminun dan As-Syu’ara.
Sahabat ane yang baik Juara I Dewasa Tingkat Kabupaten dan Propinsi Jambi Asmal Jaya Jazakallah untuk bimbingan tambahan standar lagu pada surat Al-Insan.
Jazakumullah khairan katsira untuk Ustadz dan Ustadzah dari Lembaga Tahsin Al-Qur’an An-Nur, Sekolah Tinggi Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAIPIQ) Padang atas bimbingan intensifnya tahun 2005 dalam Tahsin, Tahfidz, Tarjim, Tafsir dan Tilawatil.
Berikut Tingkatan Nada yang masih ane simpan dalam pelajaran program Tilawatil di LTA An-Nur STAIPIQ :
1. Tausyih Lagu Bayati
- Bayati Ashli Tingkatan Nada Qarar
30 Juli 2011
Masjid Ideal Dalam Anganku
Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat, memakmurkan Masjid berarti memakmurkan Jamaah dan orang disekitar Masjid.
وَأَنَّ الْـمَسَاجِدَ لِلهِ فَـلاَ تَدْ عُوْا مَعَ اللهِ أَحَــدًا | من سورة الجن : 18
Terjemahannya :
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. (QS. Al-Jinn [72] : 18)
اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ الله مَنْ ءَامَنَ بَاللهِ وَالْيَوْمِ الاَخِرِ وَاَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلاَّ الله فَعَسَى اُولَئِكَ اَنْ يَكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ من سورة التوباة : 18
Terjemahannya :
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)
(( مَنْ بَنَى مَسْجِداً يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ )) وفي رواية لمسلم: (( بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ )).
“Barangsiapa membangun masjid –karena mengharap wajah Allah- maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam syurga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan dalam riwayat Muslim disebutkan dengan lafal: “rumah di dalam syurga.”
Keutamaan tersebut di atas hanya bisa dicapai dengan ikhlas semata-mata karena Allah, mengharap wajah Allah sebagaimana teks hadits. Meskipun masjid yang dibangun itu berukuran kecil.
Dalam hadits yang lain Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى ِللهِ مَسْجِداً وَلَوْ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun sebuah masjid karena/untuk Allah walau seukuran sarang (kandang) burung atau lebih kecil dari itu, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di dalam syurga.” (HR. Ibnu Majah dan al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 6128).
Adapun bila seseorang membangun masjid dengan tujuan ingin dipuji oleh manusia atau hanya untuk berbangga-banggaan semata maka ia tidak akan memperoleh keutamaan ini. Dan jika hal ini merajalela di tengah-tengah manusia maka itu salah satu pertanda dekatnya hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا تقوم الساعة حتى يتباهى الناس في المساجد
“Tidaklah kiamat akan tegak sehingga manusia berbangga-banggaan dalam (membangun) masjid-masjid.” (HR. Ahmad, Abu Daud Ibnu Majah dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 7421)
Tidak seperti tahun lalu, aktifitas ramadhan hanya bisa saya lakukan di beberapa Masjid di sekitar tempat tinggal. Entah kenapa, Insya Allah bila mempunyai kesempatan pada Ramadhan kali ini saya sangat tertarik untuk berkunjung, bersafari ke beberapa Masjid setiap harinya. Maksud hati ingin mencoba mempelajari bagaimana bentuk pengelolaan Masjid yang baik sesuai dengan kultur dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Walaupun secara teoritis saya belum pernah mengikuti pelatihan-pelatihan resmi tentang pengelolaan Masjid, semoga dengan pengalaman langsung ini dapat memetik pelajaran yang berharga tanpa mengurangi maksud dan kekhusyu’an ibadah Ramadhan.
Secara pribadi saya sudah menetapkan standar pengamatan dan penilaian untuk memudahkan pengamatan atau observasi di lapangan. Secara penilaian berturut-turut dari yang belum baik sampai yang sangat baik saya memberikan nilai berupa bintang dari 1 (satu) bintang sampai 10 (sepuluh) bintang. Parameter-parameter yang menjadi objek pengamatan berupa hal-hal sebagai berikut :
- Lokasi Masjid yang Strategis dan Mudah di Jangkau
- Kenyamanan Buat Jamaah dalam beribadah
- Manajemen Masjid / Pengelolaan yang profesional
- Kepengurusan Yang Aktif dan Proaktif
- Imam Masjid yang Hafiz, Fasih, Cerdas dan Berwibawa Taqwa
- Kaderisasi Yang Baik (Imam, Muadzin, Khatib, Mubaligh)
- AMIL Zakat yang Amanah dan pengelolaan ZIS yang baik.
- Remaja Masjid yang Aktif dan Kreatif
- Perpustakaan Masjid yang Rapi dan Lengkap
- Tempat Wudhu dan Toilet yang Bersih
- Parkir, Tempat Penitipan Barang Yang Aman.
- Amal Usaha dan Donatur Masjid.
- Pemanfaatan Teknologi dan Sistem Keterbukaan Informasi untuk Jamaah.
- Jumlah atau Kuantitas Jamaah Rata-rata.
- Aktifitas Ramadhan (Khusus Bulan Ramadhan)
- Shalat Fardhu Berjamaah
- Shalat Qiyamullail
- Tadarrus dan Taklimul Quran
- Qultum / Ceramah
- Berbuka Bersama
- I’Tikaf (10 Terakhir Ramadhan)
Tidak ada metode khusus yang diterapkan dalam hal ini, hanya berusaha secara maksimal agar parameter-parameter tersebut di atas cukup terpenuhi dalam hal observasinya. Memang secara ideal observasi dilakukan selama rentang waktu tertentu bila ingin mendapatkan data yang lebih akurat, hal ini dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang tentunya. Dalam observasi kali ini rencananya saya berkunjung sebagai Jamaah Masjid sebagaimana biasanya dan sedapat mungkin berdiskusi dengan Jamaah atau Takmir Masjid untuk mendapatkan data tambahan. Saya berharap pada aktifitas Masjid selama Ramadhan dapat tergambar semua parameter yang saya amati.
Mumpung Ramadhan beberapa jam lagi, Niat sudah matang, tekad sudah kuat, sekarang berharap dan berdoa semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam usaha ini dan tidak ada halangan yang berarti.
Sebagai objek acuan saya akan menjadikan beberapa Masjid sebagai tolok ukur :
- Masjid Istiqlal Jakarta Pusat
- Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta
- Masjid At-Tin, Pondok Gede Jakarta
- Masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan
- Masjid Al-Latif, Pasar Raya Grande Blok M
- Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi
- Masjid Al-Azhar, Jakasampurna Bekasi
- Masjid Dian Al-Mahri / Kubah Mas, Depok.
- Masjid Al-Ikhlas Jatipadang (Masjid Pertama dengan ISO 9001 : 2008)
- Masjid Baitul Mustafa (Kawasan Industri MM2100)
- Masjid Baitul Ihsan, Komplek Bank Indonesia.
- Dan Insya Allah Masjid lain di area Jabodetabek sesuai rekomendasi yang ditemui dilapangan.
28 Juli 2011
Amaliah dan Sunnah Pokok di Syahru Ramadhan
b
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ و.و
Menurut tuntunan Rasulullah صلى الله عليه وسلم
1. Berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala kepada Allah semata, bukan karena riya’ (pamer), sum’ah (publikasi) atau ikut-ikutan. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( من صام رمضان إيمانا واحتسابا ، غُفر له ما تقدم من ذنبه ) رواه الشيخان
Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membiasakan diri bertaqwa kepada Allah SWT dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كُتِبَ عَلَى الذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (QS. Al-Baqarah : 183)
3. Menjauhi sifat dan sikap yang diharamkan oleh Allah SWT yakni:
berbohong, mencela, mencaci, menipu, berkhianat, melihat sesuatu yang haram, seperti melihat lawan jenis yang bukan mahramnya, mendengarkan hal yang haram, gibah, dll.Rasulullah SAW bersabda :
Barangsiapa tidak bisa meninggalkan ucapan kotor dan dusta, maka Allah tidak butuh akan amalan (puasanya di mana) dia meninggalkan makanan dan minumannya. (HR. Al-Bukhari)
أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ الزَّيَّاتِ ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلا يَرْفُثْ ، وَلا يَسْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ "
Dari Abu Hurairahd , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan gaduh. Jika seseorang memakinya atau memusuhinya, hendaklah ia berkata : Saya sedang berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Memperbanyak membaca dan mengkaji Al-Qur’an
Allah Azza Wa Jalla berfirman :
ان الذين يتلون كتاب الله وأقاموا الصلاة وأنفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور, ليوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله أنه غفور شكور . سورة فاطر : 29-30
Terjemahannya :
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (QS. Faatir : 29-30)
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 121 :
الَّذِينَ آَتَيْنَا هُمُ الْكِتَابَ يَتْلُو نَهُ حَقَّ تِلاَ وَ تِهِ أُولَئِكَ يُؤْ مِنُونَبِهِ وَ مَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُو لَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Terjemahannya :
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Baqarah : 121)
Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتابِ اللهِ تعالى فَلَهُ حَسَنَةٌ, و الحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثالِها. لاَ أَقُوْلُ: ألم~ حَرْفٌ. لَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ, و لامٌ حرف, و مِيْمٌ حرف.
Terjemahannya :
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alqur’an) maka baginya satu kebajikan, dan satu kebajikan digandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan bahwa Alif Laam Miim itu satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” HR. At-Turmudzi
5. Menghidupkan Qiyamullail atau Qiyam Ramadhan, dan amal-amal sunnah pada umumnya.
6. Memperbanyak sedekah, amal kebaikan, membantu saudara sesama Muslim, dll. Nabi SAW bersabda :
Sungguh Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau menjadi lebih dermawan di bulan Ramadhan. (HR. al-Bukhari)
7. Makan sahur dan mengakhirkannya hingga seukuran membaca 50 ayat al-Qur’an (kurang lebih 15 hingga 25 menit) menjelang adzan Shubuh. Nabi SAW bersabda,
Makan sahurlah kalian, karena di dalam sahur itu ada barakah. (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Bersegeralah berbuka puasa apabila matahari telah terbenam, dan usahakan dengan kurma atau dengan air putih, Rasulullah SAW bersabda :
Manusia masih senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa dan mengakhirkan makan sahur. (HR. Bukhari dan Muslim)
فستبق الخيراة
Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan 1432 H, Semoga kita dapat meraih prediket dan peningkatan TAQWA.
23 Juli 2011
الشِّرْكُ الأَكْبَرُ وَالأَصْغَرُ / Syirik Besar dan Syirik Kecil
18 Juli 2011
Bersiap, Lebih Baik Sebelum Mendadak
Adakalanya, beberapa keadaan darurat muncul sebelum munculnya sang Ustadz yang diundang memberikan kultum. Bisa saja Ustadz telat datang ke lokasi, bahkan terkadang tidak bisa memenuhi undangan pengurus karena ada uzur atau halangan yang tidak bisa ditinggalkan. Pada kondisi seperti ini seorang Ustadz yang telah berpengalaman biasanya sudah menyiapkan asisten penggantinya (badal). Bila tidak biasanya Takmir Masjid/pengurus yang menyiapkan penggantinya, hal ini bisa terjadi pada Masjid yang menerapkan manajemen yang sudah bagus sehingga bisa menentukan pengganti dalam waktu cepat berdasarkan database yang dimiliki.
Nah, Bagaimana dengan Masjid atau tempat kegiatan kultum lain yang menemui kesulitan pada situasi darurat seperti ini dalam mencari pengganti sang Ustadz, tentu saja solusi tercepat adalah meminta kesediaan salah seorang jamaah untuk bertindak sebagai pengganti.
Hal terbaik yang perlu dipersiapkan oleh pengurus atau Takmir Masjid untuk menghadapi situasi darurat ini adalah menyiapkan kader-kader pengganti atau setidaknya menyediakan buku-buku berisi kumpulan materi-materi ceramah yang bisa dipakai oleh semua orang yang ditunjuk nantinya. Yuuk bersiap.. mumpung sebentar lagi Ramadhan akan datang…
Bila ternyata harus memilih biasanya jamaah yang terpilih secara mendadak, karena tidak siap yang terpilih didera kebingungan. Kebingungan biasanya terjadi pada awal atau permulaan Kultum. Bisa bingung menentukan tema Kultum bahkan bingung bagaimana ucapan permulaan untuk kultum setelah ucapan Assalamu’alaikum kepada hadirin.
Jadi, sebelum orang menunjuk kita secara mendadak sebagai badal/ pengganti sebaiknya kita menyiapkan diri agar bisa lebih tenang menghadapi situasi, walaupun tidak sebaik persiapan maksimal, minimal situasi darurat seperti ini dimanfaatkan sebagai ajang untuk proses belajar.
Selain persiapan mental, hal lain yang perlu dipersiapkan adalah hafalan kalimat tahmid pembuka kultum. Karena boleh jadi secara psikologis, pengucapan kalimat pembuka yang lancar akan sangat berpengaruh pada peningkatan rasa percaya diri untuk menyampaikan materi kultum berikutnya minimal tidak hanya terdengar amma ba’du nya saja….hee hee hee. Setelah itu baru kesiapan materi kultum yang dapat berupa dalil ayat Al-Quran barang satu atau dua ayat atau dalil hadistnya.
17 Juli 2011
3 Hal Yang Tidak Ada Keraguannya
Yaa Allah, Yaa Rabb masih banyak amal yang belum hamba lakukan atas perintah-Mu, bimbinglah hamba-Mu yang lemah ini dengan hidayah dan ‘Izzah-Mu agar dapat kembali pada-Mu dengan Khusnul Khatimah.
"Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. QS. Al-'Araf : 23
Hari yang penuh keharuan ini Alhamdulillah lebih dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi membaca, kali ini bahan bacaan dari beberapa kitab-kitab Ulama yang masyhur telah tersedia banyak dalam NetBook. Berikut dituliskan salah satu hasil bacaan hari ini :
-------------------
Sebagai seorang muslim adalah wajib hukumnya mengimani Al-Quran karena itu adalah bagian dari rukun Iman yakni iman kepada Kitab-kitab Allah ‘Azza wa Jalla.
Bila kita membaca Al-Quran pastilah kita akan menemukan kalimat “لاَ رَيْبَ فِيهِ ” (Laa raiba fiihi).
Dalam Kitab Kalimaatul Quran - Tafsiir wa bayaan oleh Ustadz Syaikh حسنين محمد مخلوف Menjelaskan bahwa “لاَ رَيْبَ فِيهِ ” berarti
“ لاشك في أنه حقّ من عند الله” (tidak ada syak/ragu di dalamnya bahwasannya benar-benar datang dari sisi Allah SWT)
Menurut Abu Islam Ahmad bin ‘Aliy dalam buku beliau berjudul ثلاثة لا ريب فيها bahwa Ada tiga hal yang mengiringi kalimat “لاَ رَيْبَ فِيهِ” (Laa raiba fiihi) tersebut dalam Al-Quran. yaitu Kitab Al-Quranul Karim, Al-Yaumul Qiyaamah dan Al-Maut.
1. Al-Quranul Karim -- لاَ رَيْبَ فِيهِ
Al-Quran adalah kitab yang tidak ada keraguan daripadanya adalah pasti Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT, pasti sebagai petunjuk bagi orang bertakwa.
Dalil-dalil yang bisa dibaca :
- QS. Al-Baqarah(2) : 2
Kitab itu (Al-Quran) tidak ada keraguan dari padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
- QS. Yunus : 37
Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
- QS. As-Sajadah : 2
Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.
05 Juli 2011
Aisyah dan Maisyah 2
Boleh gak sih pertimbangkan HARTA dari calon suami/istri? Boleh aja, tapi jgn jadikan sebagai pertimbangan utama ya. #AiMa
Ingat rumus: Agama=1, Fisik=0, Keturunan=0, Harta=0, dan lain-lain nilainya 0 juga. Coba urutkan kriteria tsb tuk dpt nilai yg tinggi. #AiMa
Kalo kriterianya: Ganteng+Baikhati+DarahBiru+KayaRaya+AgamaOK, maka nilainya 00001. Alias 1 aja. #AiMa
Maaf ya.... Jaringan sdh tdk bisa diajak kerjasama lagi. Sepertinya ada jombloers yg sabotase nih :D dilanjut lagi nanti siang ya... Peace.













